KARIMUN, KepriHeadline.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun memastikan program bantuan seragam sekolah gratis akan kembali dilanjutkan pada tahun anggaran 2026. Program ini dirancang untuk membantu meringankan beban orang tua saat memasuki tahun ajaran baru.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Grandy Tuerah, mengatakan alokasi anggaran untuk program tersebut telah disiapkan. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pemetaan untuk memastikan jumlah penerima manfaat secara akurat.
“Anggaran tahun 2026 sudah tersedia. Saat ini kami masih menghitung jumlah siswa baru yang akan diterima, agar bantuan bisa tepat sasaran,” ujar Grandy, Sabtu (11/4/2026).
Selama ini, program seragam gratis difokuskan bagi siswa baru jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, pada tahun mendatang, cakupan program berpotensi diperluas.
Hal ini menyusul adanya permintaan dari Kementerian Agama (Kemenag) agar sekolah di bawah naungannya, seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), turut mendapatkan bantuan seragam.
“Sekolah di bawah Kemenag mengusulkan agar ikut diakomodasi. Namun, kami masih perlu melakukan perhitungan lebih lanjut,” kata dia.
Berdasarkan data sebelumnya, pada 2026 Pemkab Karimun telah menyalurkan ribuan setel seragam kepada siswa. Untuk jenjang SD, sebanyak 8.766 setel seragam dibagikan, terdiri dari 4.383 setel seragam merah putih dan 4.383 setel seragam pramuka.
Sementara itu, untuk jenjang SMP, jumlah bantuan mencapai 7.948 setel seragam, masing-masing 3.974 setel seragam putih biru dan 3.974 setel seragam pramuka.
Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam mendukung akses pendidikan sekaligus mengurangi beban biaya pendidikan bagi masyarakat.
Meski demikian, alokasi anggaran program ini tercatat mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, anggaran sempat mencapai Rp4 miliar, kemudian menurun menjadi Rp2 miliar pada 2025.
Untuk 2026, Pemkab Karimun berharap perhitungan jumlah siswa yang lebih akurat dapat meningkatkan efektivitas penyaluran anggaran, sehingga seluruh siswa yang berhak dapat menerima bantuan secara optimal.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah






