KKP Karimun Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Virus Nipah di Pintu Masuk Karimun

- Author

Sabtu, 30 September 2023 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala KKP Kelas II Tanjungbalai Karimun Novi Hendri. Foto: Istimewa

Kepala KKP Kelas II Tanjungbalai Karimun Novi Hendri. Foto: Istimewa

Karimun, Kepriheadline.id – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungbalai Karimun meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk Pelabuhan Karimun, guna mencegah masuknya Virus Nipah.

Peningkatan kewaspadaan itu dilakukan karena, Kabupaten Karimun memiliki potensi besar masuknya virus tersebut, sebab kondisi geografis wilayah yang berdekatan dengan negara-negara yang berpotensi sebagai daerah endemis penyebaran virus nipah.

Kepala KKP Kelas II Tanjungbalai Karimun Novi Hendri mengatakan, peningkatan kewaspadaan tersebut dilakukan pasca Negara India pada 12 September melaporkan penemuan Virus Nipah.

“Ini merupakan peringatan untuk kita, bahwa harus melaksanakan deteksi dini dan respon, kita perlu meningkatkan kewaspadaan. Kenapa seperti itu, karena wilayah kita sangat berdekatan dengan wilayah endemis atau wilayah yang berpotensi ada penyebaran virus nipah,” kata Novi Hendri.

Dijelaskannya, Virus Nipah merupakan suatu penyakit yang dapat menular antara manusia ke manusia melalui kontak langsung, seperti makanan, atau penyakit-penyakit zoonosis.

Sementara Menurut WHO, Virus Nipah itu sendiri merupakan virus zoonosis (ditularkan dari hewan ke manusia) dan juga dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi atau langsung antar manusia.

Pada orang yang terinfeksi, penyakit ini menyebabkan berbagai penyakit mulai dari infeksi tanpa gejala (subklinis) hingga penyakit pernapasan akut dan ensefalitis yang fatal. Virus ini juga dapat menyebabkan penyakit parah pada hewan seperti babi, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi para peternak.

Baca Juga :  PT Timah Serahkan Bantuan Jaring Udang untuk Nelayan Kundur Barat, Dukung Produktivitas Saat Musim Panen

Lebih lanjut, Novi mengatakan, sejauh ini untuk wilayah Indonesia, memang belum ada dilaporkan penemuan dan deteksi adanya kasus Virus Nipah.

“Maka kita perlu meningkatkan kewaspadaan, agar virus nipah ini tidak masuk ke Karimun khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” kata Novi.

Novi mengatakan, saat ini sebagai langkah antisipasi dan deteksi dini, KKP kelas II Tanjungbalai Karimun telah melakukan Surveilands epidemiologi di pintu masuk negara terhadap kedatangan orang, barang-barang masuk dan lainnya.

“Di Pelabuhan Internasional Karimun, kami telah memasang alat Thermoscanner untuk mendeteksi suhu, dimana apabila ada ditemukan penumpang yang memiliki suhu tubuh diatas 38 derajat celcius akan dilakukan observasi lebih mendalam sesuai SOP,” katanya.

Menurutnya, penanganan terhadap Virus Nipah ini tidak jauh berbeda dengan penanganan terhadap Virus Covid-19 beberapa waktu lalu, yakni dilakukan dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh terhadap orang-orang yang masuk dari Pelabuhan Internasional.

“Kami juga standbykan tenaga medis untuk mendukung upaya-upaya pendeteksian dini tersebut. Selain itu, koordinasi bersama stakeholder terkait juga terus dilakukan ,” tutupnya.

(cr1/red)

Ikuti berita lainnya di GOOGLE NEWS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pastikan Mutu Makan Bergizi Gratis, Wabup Karimun Turun Langsung ke SPPG
Pemkab Karimun Gandeng DMI dan KKPM Shadik, Perkuat Pembinaan Pelajar di Bulan Suci Ramadan
Gojek Karimun Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan dan Bagikan Ratusan Paket Takjil di Bulan Ramadan
Dorong Energi Terbarukan, Pemkab Karimun Siapkan Pulau Belat untuk Megaproyek PLTS
Bupati Iskandarsyah Buka Musrenbang Karimun 2026, Fokus Ekonomi Biru dan Penguatan Investasi
Bea Cukai Kepri dan Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 16 Ton Pasir Timah Senilai Rp 3,2 Miliar ke Malaysia
Isu Uang “Gerenti” di Karimun Jadi Sorotan, PBB Tegaskan Tak Ada Pungutan oleh Imigrasi
Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS dan SPP, Tiga Pejabat Sekolah di Karimun Ditetapkan Sebagai Tersangka

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:17 WIB

Pastikan Mutu Makan Bergizi Gratis, Wabup Karimun Turun Langsung ke SPPG

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:38 WIB

Pemkab Karimun Gandeng DMI dan KKPM Shadik, Perkuat Pembinaan Pelajar di Bulan Suci Ramadan

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:22 WIB

Gojek Karimun Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan dan Bagikan Ratusan Paket Takjil di Bulan Ramadan

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:19 WIB

Dorong Energi Terbarukan, Pemkab Karimun Siapkan Pulau Belat untuk Megaproyek PLTS

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:02 WIB

Bupati Iskandarsyah Buka Musrenbang Karimun 2026, Fokus Ekonomi Biru dan Penguatan Investasi

Berita Terbaru