KARIMUN, KepriHeadline.id – Lonjakan harga bahan plastik dalam beberapa pekan terakhir mulai menekan pelaku usaha kecil di Kabupaten Karimun. Kenaikan yang terjadi pasca-Lebaran ini berdampak langsung pada biaya operasional, terutama bagi pedagang yang mengandalkan kemasan plastik dalam aktivitas jual beli.
Sejumlah pedagang di kawasan Kolong mengaku telah menyesuaikan harga jual barang. Dedi Kurniawan, pemilik toko kelontong di Jalan Ahmad Yani, menyebut kenaikan harga plastik mencapai sekitar 15 persen.
“Yang paling terasa itu karpet bahan plastik. Dari sebelumnya Rp 100.000, sekarang sudah naik menjadi Rp 120.000,” ujar Dedi, Kamis (9/4/2026).
Kondisi serupa juga dirasakan Siti, pemilik toko kelontong di kawasan Pintu Air. Ia mengaku masih mengandalkan stok lama untuk menjaga harga tetap stabil, namun mulai membatasi pembelian barang baru.
“Kami tidak berani restock banyak. Pembeli sedang sepi, jadi berisiko kalau modal tertahan di barang yang harganya tinggi,” kata Siti.
Tekanan paling berat dirasakan pedagang kecil, khususnya pelaku usaha makanan. Wandi, pedagang gorengan yang telah berjualan selama 15 tahun, mengatakan plastik merupakan kebutuhan utama yang tidak bisa dikurangi.
Ia mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli kantong plastik, sementara pendapatan harian tidak mengalami peningkatan.
“Modal bertambah karena harga plastik naik, tapi omzet tetap. Kami hanya berharap harga bisa kembali normal supaya tidak semakin memberatkan,” ujar Wandi.
Di tingkat distribusi, pelaku usaha grosir juga mengonfirmasi adanya lonjakan harga. Dian, pemilik usaha grosir plastik di kawasan Batu Lipai, menyebut harga plastik per kilogram kini mencapai Rp 50.000, naik dari sebelumnya Rp 35.000.
“Banyak pelanggan UMKM mempertanyakan kenaikan ini. Kami jelaskan bahwa harga dari distributor memang sedang tinggi karena bahan baku naik,” kata Dian.
Kenaikan harga bahan plastik ini dikhawatirkan menimbulkan efek berantai. Jika tidak segera terkendali, pelaku usaha berpotensi menaikkan harga jual produk, yang pada akhirnya dapat menekan daya beli masyarakat.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah






