KARIMUN, KepriHeadline.id – Pemerintah Kabupaten Karimun menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten Tahun 2026 di Ruang Cempaka Putih, Kantor Bupati Karimun, Kamis (26/2/2026). Forum tahunan ini menjadi panggung konsolidasi arah pembangunan daerah dengan menitikberatkan pada penguatan ekonomi biru dan peningkatan investasi.
Bupati Karimun, Iskandarsyah, menegaskan, perencanaan pembangunan 2026 harus selaras dengan agenda strategis nasional dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Ia menyebut, seluruh program dirancang terukur dan berbasis pada konsep entrepreneur government.
“Program yang dirancang ini sudah terukur dan sejalan dengan sistem entrepreneur government. Untuk mewujudkan visi tersebut, kita harus berani melakukan lompatan. Fokus kita ke depan adalah penguatan infrastruktur pelabuhan dan listrik guna mendukung kawasan industri FTZ,” ujar Iskandarsyah.
Pagu Anggaran dan Aspirasi DPRD
Dalam Musrenbang tersebut, dipaparkan pagu awal pembangunan tahun 2026 yang mencapai lebih dari Rp300 miliar untuk 14 kecamatan. Selain itu, aspirasi masyarakat melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD turut mengisi perencanaan dengan nilai Rp113 miliar yang tersebar di 11 organisasi perangkat daerah (OPD).
Forum ini juga menjadi bagian dari komitmen duet kepemimpinan Iskandarsyah bersama Wakil Bupati Rocky Marciano dalam menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan program strategis nasional.
Rapor Pembangunan dan Capaian Makro
Pemerintah daerah turut memaparkan capaian pembangunan selama satu tahun terakhir. Di sektor pendidikan, Pemkab Karimun telah merealisasikan program seragam gratis bagi 8.438 siswa SD dan SMP.
Pada bidang kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) telah mencapai 99,21 persen penduduk. Pemerintah juga mengoptimalkan pelayanan publik melalui pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP), serta mendorong pertumbuhan UMKM dan sektor pariwisata.
Secara makro, indikator pembangunan Kabupaten Karimun pada 2025 menunjukkan tren positif. Realisasi investasi di Kepulauan Riau tercatat meningkat 36,84 persen, dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) melonjak hingga 112,04 persen.
Di tingkat daerah, sektor ekspor Karimun tumbuh 10,91 persen. Sementara itu, aktivitas transportasi laut, baik embarkasi maupun debarkasi, turut mengalami peningkatan sepanjang 2025.
Dorong Ekonomi Biru dan Optimalisasi Aset
Iskandarsyah menekankan pentingnya optimalisasi aset daerah senilai Rp4 triliun agar memberikan nilai tambah bagi pendapatan daerah. Ia juga menyoroti pengentasan desa tertinggal berbasis potensi maritim.
“Satu desa kita, Selat Mi, masih berstatus desa tertinggal. Kita akan membuka konsep ekonomi biru di sana dan di Sugie Besar. Selain itu, setiap investasi konsesi di daerah harus mampu memberikan skema profit sharing bagi daerah demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Musrenbang yang dihadiri pimpinan DPRD, Forkopimda, serta tokoh masyarakat ini diharapkan mampu menghasilkan perencanaan yang realistis di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus tetap berpihak pada kepentingan masyarakat kecil.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







