KARIMUN, KepriHeadline.id – Kecelakaan maut terjadi di kawasan Coastal Area, Kabupaten Karimun, Minggu (19/4/2026) pagi sekitar pukul 06.15 WIB. Sebuah mobil Toyota Avanza dilaporkan lepas kendali dan menabrak satu keluarga yang hendak berolahraga di pinggir pantai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil tersebut melaju dari arah Tebing menuju kawasan panggung Putri Kemuning dengan kecepatan tinggi. Diduga, pengemudi kehilangan kendali hingga kendaraan oleng dan membanting setir ke arah kiri.
Akibatnya, mobil menghantam kendaraan sepeda motor yang membawa para korban, dimana saat itu para korban baru tiba dan hendak memarkirkan kendaraannya.
Anggota DPRD Karimun, Ery Januardin, yang berada di lokasi kejadian mengatakan, mobil tersebut datang dari arah belakang dengan laju cukup kencang.
“Mobil datang dari arah tebing menuju coastal dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba hilang kendali, menabrak kendaraan di pinggir jalan, lalu masuk ke area pantai,” ujar Ery, Minggu.
Dalam insiden tersebut, satu keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan dua orang anak menjadi korban setelah tertabrak kendaraan tersebut saat sedang berolahraga pagi.
“Empat orang, terdiri dari suami- istri, satu anak laki-laki dan satu anak perempuan. Kondisi istrinya parah, bagian kepalanya luka fatal, dan kabarnya juga sedang hamil,” katanya.
Ery menambahkan, sesaat setelah kejadian para korban langsung dievakuasi ke Faskes terdekat. Sementara itu, sopir mobil langsung diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Terkait kondisi sopir, apakah dalam keadaan mabuk atau tidak, kita belum bisa memastikan. Dari pengakuannya saat saya tanya, dia tidak mabuk. Kemungkinan panik,” ujarnya.
Peristiwa ini sempat menarik perhatian masyarakat yang sedang beraktivitas di kawasan Coastal Area. Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk melihat kejadian sekaligus memberikan bantuan.
Lebih lanjut, Ery juga mendesak pemerintah daerah untuk segera merancang peraturan daerah (Perda) terkait car free day (CFD) di kawasan tersebut guna meningkatkan keamanan masyarakat.
“Ke depan, kami mendesak pemerintah daerah segera merancang Perda CFD agar masyarakat yang beraktivitas di Coastal Area, khususnya pada Minggu pagi, bisa merasa lebih aman dan nyaman,” kata dia.
Ia menilai, dengan adanya Perda tersebut, pengaturan lalu lintas di kawasan Coastal Area dapat lebih tertib, sehingga risiko kecelakaan serupa dapat diminimalkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti kecelakaan maupun kondisi terkini para korban.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah






