KARIMUN, KepriHeadline.id – Dua nelayan asal Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, yang sempat hanyut hingga ke perairan Kukup, Malaysia, berhasil dijemput dan diselamatkan oleh tim gabungan Satpolairud Polres Karimun bersama Basarnas, Minggu (12/4/2026) sore.
Kedua nelayan tersebut masing-masing bernama Supianto (tekong) dan Zulkifli (anak buah kapal/ABK). Keduanya diketahui berangkat melaut pada Minggu dini hari sekitar pukul 20.00 WIB menuju perairan Tokong Hiu.
Namun, sekitar pukul 01.00 WIB, kapal yang mereka gunakan mengalami kerusakan mesin di tengah cuaca buruk disertai hujan. Akibatnya, kapal tidak dapat dikendalikan dan hanyut terbawa arus hingga memasuki wilayah perairan Kukup, Malaysia.
Plt Kasat Polairud Polres Karimun, Ipda Fedryk S Harahap, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Minggu siang sekitar pukul 12.00 WIB dari Ketua Nelayan KUB Selayang Laut, Wito.
“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan pengecekan dengan menghubungi korban. Dari komunikasi tersebut diketahui posisi mereka sudah berada di perairan Malaysia, tepatnya di wilayah Pontian,” ujar Fedryk.
Ia menjelaskan, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Staff Teknis Polri (STP) di KJRI Johor untuk meminta bantuan pencarian dan pengamanan terhadap nelayan tersebut.
Sekitar pukul 14.30 WIB, tim mendapatkan informasi bahwa kapal nelayan asal Karimun beserta dua awaknya telah ditemukan oleh Police Marine Malaysia.
“Selanjutnya kami berkoordinasi dengan pihak Marine Police Malaysia melalui STP di KJRI Johor untuk proses penjemputan,” katanya.
Setelah mendapatkan persetujuan, tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Karimun, Ditpolairud Polda Kepri, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, serta Basarnas Karimun langsung bergerak menggunakan kapal patroli KP 1002 dari Dermaga Pos Polairud Kolong sekitar pukul 16.45 WIB.
Penjemputan dilakukan di titik koordinat perairan perbatasan Indonesia-Malaysia. Saat itu, kapal nelayan beserta dua awaknya telah diamankan dan disandarkan di sebuah kapal tanker yang sedang lego jangkar di perairan Malaysia.
Sekitar pukul 17.45 WIB, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan proses penarikan kapal menuju wilayah perairan Indonesia.
“Alhamdulillah, sekitar pukul 19.40 WIB kapal beserta kedua nelayan berhasil dibawa kembali ke perairan Indonesia dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi selamat,” ujar Fedryk.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian proses berjalan aman dan lancar berkat koordinasi lintas instansi, termasuk bantuan dari otoritas Malaysia.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah






