PT TIMAH dan BKKBN Dampingi Orang Tua dan Anak di Karimun, Cegah Gangguan Tumbuh Kembang Sejak Dini

- Author

Kamis, 5 November 2026 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT TIMAH dan BKKBN Dampingi Orang Tua dan Anak di Karimun, Cegah Gangguan Tumbuh Kembang Sejak Dini

PT TIMAH dan BKKBN Dampingi Orang Tua dan Anak di Karimun, Cegah Gangguan Tumbuh Kembang Sejak Dini

KARIMUN, KepriHeadline.id – PT TIMAH (Persero) Tbk berkolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memberikan layanan rujukan bagi orang tua dan anak di Kabupaten Karimun.

Kegiatan yang digelar di Taman Penitipan Anak (TPA) Darul Mukmin tersebut merupakan bagian dari Program Prioritas Kementerian, yakni Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) Batch II.

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pola asuh yang tepat sekaligus mendeteksi secara dini potensi gangguan tumbuh kembang anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pelaksanaannya, sebanyak delapan pasangan orang tua bersama delapan anak mendapatkan layanan konseling dan pendampingan. Kegiatan ini melibatkan tenaga profesional, di antaranya dokter spesialis anak, psikolog anak, serta tenaga pendukung lainnya.

Penata Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKB) Ahli Muda BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Sri Parwanti, mengatakan layanan rujukan merupakan satu dari empat bentuk pendampingan yang diberikan melalui program TAMASYA.

Menurut dia, layanan tersebut penting untuk mengidentifikasi sejak dini kemungkinan gangguan tumbuh kembang anak, seperti keterlambatan bicara atau speech delay dan autisme.

Dengan deteksi dini, anak diharapkan bisa mendapatkan penanganan sesuai kondisi dan kebutuhan perkembangannya.

“Pendampingan dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli, termasuk psikolog, agar hasil identifikasi dapat ditindaklanjuti melalui penanganan yang tepat sasaran. Dengan demikian, orang tua juga memperoleh pemahaman mengenai kondisi dan kebutuhan perkembangan anak,” kata Sri.

Dia menjelaskan, pelaksanaan TAMASYA Batch II merupakan kelanjutan dari kegiatan pendampingan sebelumnya yang mendapat respons positif dari masyarakat.

Pada Batch I, program tersebut telah menjangkau lima anak. Sementara pada Batch II, jumlah penerima manfaat meningkat menjadi delapan anak beserta orang tua mereka.

Sri mengapresiasi keterlibatan PT TIMAH dalam mendukung pelaksanaan program tersebut. Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas jangkauan layanan pendampingan keluarga.

Dia berharap dukungan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT TIMAH dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Penguatan pemahaman orang tua mengenai pola asuh dan tumbuh kembang anak merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Keluarga yang memiliki pengetahuan pengasuhan yang baik akan menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, keterlibatan PT TIMAH dalam program TAMASYA merupakan bagian dari komitmen perusahaan menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Melalui kolaborasi tersebut, PT TIMAH turut mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Pengasuhan dan pendampingan yang tepat sejak usia dini diharapkan menjadi fondasi dalam mempersiapkan generasi masa depan yang sehat, mandiri, dan berkualitas serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus HIV/AIDS di Karimun Masuk Tiga Besar di Kepri, 40 Orang Tercatat Positif hingga September 2026
VS Bantah Nikmati Uang KUR Rp 740 Juta, Kuasa Hukum Siapkan Praperadilan
Danlanal Karimun Dukung Perayaan Natal Nasional 2026, Panitia Targetkan 4.000 Jemaat Hadir
Bahlil Sebut Karimun Berpotensi Jadi Hub Data Center, Ini Respons Bupati
Karimun Tambah 23 Medali di Porprov Kepri VI 2026, Dayung Jadi Penyumbang Terbanyak
Sudah Berbulan-bulan, Kompensasi Blackout PLN di Karimun Belum Cair,Ini Penjelasan PLN
Panjat Tebing Karimun Raih Emas, Kontingen Tambah 10 Medali di Porprov Kepri VI 2026
PT Pelabuhan Karimun Buka 18 Lowongan Magang, Ini Jurusan yang Dibutuhkan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:54 WIB

Kasus HIV/AIDS di Karimun Masuk Tiga Besar di Kepri, 40 Orang Tercatat Positif hingga September 2026

Jumat, 6 November 2026 - 15:16 WIB

VS Bantah Nikmati Uang KUR Rp 740 Juta, Kuasa Hukum Siapkan Praperadilan

Jumat, 6 November 2026 - 15:04 WIB

Danlanal Karimun Dukung Perayaan Natal Nasional 2026, Panitia Targetkan 4.000 Jemaat Hadir

Kamis, 5 November 2026 - 13:27 WIB

PT TIMAH dan BKKBN Dampingi Orang Tua dan Anak di Karimun, Cegah Gangguan Tumbuh Kembang Sejak Dini

Kamis, 5 November 2026 - 13:14 WIB

Bahlil Sebut Karimun Berpotensi Jadi Hub Data Center, Ini Respons Bupati

Berita Terbaru