KARIMUN, KepriHeadline.id – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, telah menjangkau 63.540 penerima manfaat hingga Oktober 2026. Pelaksanaan program tersebut didukung 28 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi.
Selain SPPG yang sudah aktif, terdapat tujuh dapur yang secara fisik telah siap, tetapi masih menunggu proses verifikasi sebelum dapat beroperasi.
Koordinator Wilayah SPPG Karimun, Anas Fitrawanda, mengatakan puluhan ribu penerima manfaat tersebut terbagi dalam 520 kelompok yang terdiri dari peserta didik dan kelompok posyandu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Secara keseluruhan, penerima manfaat program MBG di Kabupaten Karimun sebanyak 63.540 orang yang terbagi dalam 520 kelompok,” ujar Anas, Kamis (15/10/2026).
Penerima manfaat program MBG mencakup peserta didik mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Selain itu, layanan juga menjangkau kelompok posyandu.
Keberadaan SPPG menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program tersebut, terutama untuk memastikan makanan bergizi dapat disalurkan kepada kelompok sasaran.
Meski demikian, pelaksanaan MBG di Karimun masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah belum beroperasinya satu dapur SPPG di Kecamatan Meral yang terhenti sejak November 2025.
Anas menjelaskan, penghentian operasional dapur tersebut terjadi akibat konflik manajemen yang berujung pada pemberian sanksi penangguhan atau suspend.
“Dapur SPPG yang di Meral itu terhenti karena konflik manajemen sehingga mendapat suspend. Namun, sekarang sudah ada titik terang untuk kembali dijalankan,” kata Anas.
Ia memperkirakan dapur tersebut paling cepat kembali beroperasi pada November 2026. Saat ini, proses renovasi bangunan dan pengurusan administrasi masih berlangsung.
Berhentinya operasional dapur SPPG di Meral berdampak pada sekitar 2.700 penerima manfaat. Karena itu, pengoperasian kembali dapur tersebut diharapkan dapat memulihkan pelayanan bagi kelompok sasaran yang terdampak.
Di sisi lain, tujuh SPPG yang telah siap secara fisik masih harus melalui proses verifikasi. Setelah tahapan tersebut selesai, dapur-dapur itu diharapkan dapat menambah kapasitas pelayanan program MBG di Kabupaten Karimun.
Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026, pelaksanaan MBG di Karimun menunjukkan perkembangan dari sisi jumlah fasilitas yang beroperasi dan cakupan penerima manfaat.
Ke depan, kesiapan fasilitas, penyelesaian kendala operasional, serta kelancaran proses verifikasi menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan program dan memastikan layanan pemenuhan gizi dapat menjangkau masyarakat sesuai sasaran.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







