Dugaan Kematian Mayat di Dalam Mobil, Ini Penjelasan Polisi

- Author

Selasa, 21 Februari 2023 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengevakuasi mayat laki-laki yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil kawasan Jalan Pramuka. (Foto: Dokumen Polisi)

Polisi mengevakuasi mayat laki-laki yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil kawasan Jalan Pramuka. (Foto: Dokumen Polisi)

Karimun, KepriHeadline.id – Penemuan mayat laki-laki di dalam Mobil Avanza bernomor polisi BP1194 YD masih menyisakan tanda tanya. Sampai saat ini, dugaan kematian pria itu masih belum diketahui.

Pria bernama Jarot Iskandar Zulqarnaen (43) itu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi kepala berada di bawah stir mobil.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban di ketahui terakhir kali berkomunikasi bersama rekan kerjanya pada Sabtu(18/2/2023)pagi. Sejak itu, korban tidak lagi memberi kabar dan ditemukan sudah meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Karimun Iptu Gideon Karo Sekali mengatakan, dari hasil olah TKP ditemukan kunci mobil dalam keadaan patah dan mobil terkunci.

“Dugaan sementara, korban sedang memperbaiki kelistrikan di mobil. Karena hasil olah TKP kunci mobil itu patah dan mobil terkunci dari dalam,” kata Iptu Gideon, Selasa (21/2/2023).

Ia mengatakan, dari hasil visum oleh pihak kedokteran, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sementara untuk luka-luka pada bagian tubuhnya, itu merupakan lebam mayat karena terjadinya pembusukan.

Baca Juga :  HUT ke-18 Polda Kepri, Polres Karimun Gelar Donor Darah

“Luka itu namanya lebam mayat, akibat dari pembusukan pada mayat yang sudah beberapa hari. Tidak ada tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul,” jelasnya.

Iptu Gideon mengatakan, saat ini pihaknya masih mengambil sejumlah keterangan dari rekan-rekan kerja korban, termasuk untuk mengetahui apakah korban memiliki riwayat penyakit atau semacamnya.

“Untuk penyakit, masih kami klarifikasi dengan rekan- rekan korban,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan, untuk barang-barang berharga milik korban yang berada di Mobil tersebut, juga tidak ada yang hilang.

“Barang- barang korban utuh, tidak ada yang hilang,” katanya.

Saat ini, jasad korban masih berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani, menunggu penjemputan oleh pihak keluarga. Pihaknya kepolisian juga masih menunggu izin dari keluarga untuk melakukan autopsi mendalam guna mengetahui penyebab pasti.

“Autopsi tunggu izin dari keluarga, kemarin baru kami lakukan visum luar terhadap jasadnya,” katanya.

(red)

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tercium Bau Busuk, Warga Temukan Jasad Nelayan di Kamar Kos Karimun
Hari Bakti Imigrasi ke-76, Imigrasi Karimun Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Donor Darah
Suplai Air Warga Mengering, PT Karimun Granite Bantu Air Bersih untuk 300 KK
Petugas Kewalahan, Karhutla Hampir Setiap Hari Terjadi di Karimun Awal 2026
Mutasi di Tubuh Polres Karimun, Empat Jabatan Strategis Resmi Diserahterimakan
BPR Tuah Karimun Nyaris Kolaps, Ini Jurus Bupati Iskandarsyah Menyelamatkan Bank Daerah
Penahanan 4 Tersangka Korupsi Dana Hibah KPU Karimun Diperpanjang, Jaksa Segera Limpahkan ke Tipidkor
Karimun Resmi Miliki Perda Kabupaten Layak Anak, Pemda–DPRD Siapkan Ruang Bermain hingga Kebijakan Anggaran Pro-Anak

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:11 WIB

Tercium Bau Busuk, Warga Temukan Jasad Nelayan di Kamar Kos Karimun

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:41 WIB

Hari Bakti Imigrasi ke-76, Imigrasi Karimun Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Donor Darah

Kamis, 22 Januari 2026 - 12:47 WIB

Suplai Air Warga Mengering, PT Karimun Granite Bantu Air Bersih untuk 300 KK

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:51 WIB

Mutasi di Tubuh Polres Karimun, Empat Jabatan Strategis Resmi Diserahterimakan

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:30 WIB

BPR Tuah Karimun Nyaris Kolaps, Ini Jurus Bupati Iskandarsyah Menyelamatkan Bank Daerah

Berita Terbaru