KARIMUN, KepriHeadline.id – Dua nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Tokong Hiu, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan, Minggu (10/5/2026) sore.
Proses pencarian dan evakuasi dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Pongkar bersama perangkat desa, nelayan, dan masyarakat setempat setelah menerima laporan adanya kecelakaan laut yang dialami kedua korban.
Kedua nelayan tersebut diketahui bernama Tengku Iskandi dan Haidir. Mereka diduga mengalami kecelakaan laut setelah perahu yang digunakan diterjang gelombang tinggi hingga mengalami mati mesin saat berada di perairan Tokong Hiu.
Kapolsek Tebing, AKP S. Kaban, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi terkait hilangnya dua nelayan tersebut.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel kami bersama perangkat desa dan nelayan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Alhamdulillah kedua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat,” kata S. Kaban, Senin (11/5/2026).
Menurut dia, cuaca buruk dan gelombang tinggi diduga menjadi penyebab utama insiden tersebut. Karena itu, ia mengimbau para nelayan agar lebih waspada sebelum melaut, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.
“Kami mengimbau masyarakat pesisir dan para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum pergi melaut. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Setelah ditemukan, kedua korban langsung dievakuasi menggunakan boat pancung bermesin Yamaha 60 PK menuju Desa Pongkar. Setibanya di darat, salah satu korban, Tengku Iskandi, segera dibawa ke RSUD Muhammad Sani untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Dalam proses pencarian dan evakuasi tersebut, sejumlah unsur turut terlibat, di antaranya Sekretaris Desa Pongkar Murhalim, Kasubsektor Desa Pongkar Bripda Ade Noviar, Bhabinkamtibmas Desa Pongkar Aiptu Andi Susilo, Ketua RW dan RT setempat, Ketua FKPM, LPHD, keluarga korban, serta nelayan setempat.
S. Kaban mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian hingga evakuasi korban.
“Keberhasilan ini merupakan bentuk sinergi yang baik antara kepolisian, perangkat desa, dan masyarakat. Solidaritas seperti ini sangat penting dalam penanganan keadaan darurat, khususnya di wilayah pesisir,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya berhasil menyelamatkan korban, tetapi juga mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta keselamatan bersama.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah






