KARIMUN, KepriHeadline.id – PT Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) terus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat melalui program Bkawan atau layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai).
Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, menjadi salah satu wilayah dengan jumlah agen dan transaksi terbanyak. Karena itu, Karimun dipilih sebagai lokasi perdana kegiatan Literasi dan Gathering Agen Bkawan yang digelar pada Minggu (25/10/2026).
Kegiatan Literasi dan Gathering Agen B-Kawan tersebut turut dihadiri perwakilan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Karimun, Yulia Cristi Nurul Hudayani, serta para agen B-Kawan di Kabupaten Karimun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data per September 2026, BRK Syariah memiliki 1.035 agen Bkawan dengan 18.398 nasabah penabung melalui rekening Basic Saving Account (BSA). Total tabungan yang dihimpun mencapai Rp 1,69 miliar.
Dari jumlah tersebut, Kabupaten Karimun menyumbang 113 agen, 5.031 nasabah BSA, serta total tabungan sebesar Rp 426,68 juta.
Plt Direktur Utama BRK Syariah melalui Pemimpin Divisi Dana dan Jasa, Edi Wardana, mengatakan, keberadaan agen Bkawan menjadi salah satu upaya bank untuk menjangkau masyarakat yang belum terlayani secara optimal oleh kantor perbankan.
“Melalui Agen Bkawan, masyarakat dapat mengakses layanan keuangan dengan lebih mudah tanpa harus selalu datang ke kantor bank. Karena itu, pemahaman agen terhadap produk, mekanisme transaksi, dan aspek keamanan layanan perlu terus ditingkatkan,” kata Edi.
Menurut dia, penguatan kapasitas agen diperlukan agar layanan perbankan yang diberikan kepada masyarakat semakin mudah, aman, dan berkualitas.

Branch Manager BRK Syariah Cabang Tanjungbalai Karimun, Desrian, mengatakan, pihaknya terus mendorong penguatan peran agen Bkawan agar manfaat layanan perbankan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan.
“Kami berharap agen Bkawan semakin memperluas akses layanan keuangan dan memudahkan masyarakat bertransaksi,” ujar Desrian.
Dalam kegiatan tersebut, BRK Syariah juga memberikan sertifikat apresiasi kepada seluruh agen Bkawan. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada lima perwakilan agen.

Salah satu agen Bkawan di Karimun, Radja Didi, mengapresiasi kegiatan literasi dan gathering tersebut. Menurut dia, kegiatan itu memberikan tambahan pemahaman mengenai prosedur operasional, keamanan transaksi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada nasabah.
Radja berharap penguatan kemitraan antara BRK Syariah dan para agen dapat mendorong perluasan inklusi keuangan, sekaligus mempermudah masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mengakses layanan perbankan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Karimun, Jackie Stewart Touw, mengatakan, keberadaan agen Bkawan berpotensi mempermudah masyarakat di wilayah kepulauan dalam mengakses layanan keuangan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kantor bank.
Menurut Jackie, jaringan agen yang dekat dengan permukiman warga juga dapat mendukung aktivitas UMKM dan mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa.
“Digitalisasi keuangan desa tidak hanya berhenti pada tata kelola pemerintahan desa, tetapi juga harus memberikan dampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat desa secara luas,” kata Jackie.
Ia menambahkan, digitalisasi juga berperan penting dalam mewujudkan pengelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan efisien.
Salah satu upaya yang didorong adalah penerapan transaksi nontunai melalui aplikasi Sistem Informasi Desa (SIDESA) yang terintegrasi dengan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes).
Integrasi tersebut diharapkan mempermudah pencatatan transaksi keuangan desa, termasuk belanja pemerintah desa dan pembayaran pajak daerah yang terhubung dengan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Karimun.
Jackie menegaskan, pengembangan ekonomi desa membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan BRK Syariah.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui perluasan akses layanan perbankan dan penguatan digitalisasi keuangan, Kabupaten Karimun diharapkan dapat mempercepat terwujudnya desa yang amanah, mandiri, dan sejahtera.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah






