Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS dan SPP, Tiga Pejabat Sekolah di Karimun Ditetapkan Sebagai Tersangka

- Author

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS dan SPP, Tiga Pejabat Sekolah di Karimun Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS dan SPP, Tiga Pejabat Sekolah di Karimun Ditetapkan Sebagai Tersangka

KARIMUN, KepriHeadline.id – Cabang Kejaksaan Negeri Karimun di Tanjungbatu menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana pendidikan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Ketiganya masing-masing berinisial Z selaku kepala sekolah, S selaku bendahara dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan M selaku bendahara SPP.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Karimun di Tanjungbatu, Hengky F Munte, mengatakan, perkara tersebut berawal dari temuan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS dan dana SPP yang seharusnya digunakan untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar.

“Dari hasil penyidikan, ditemukan adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan dan pengelolaan anggaran yang tidak sesuai peruntukannya. Dana pendidikan yang seharusnya untuk kepentingan siswa diduga digunakan untuk kepentingan lain,” ujar Hengky, Kamis (26/2/2026).

Modus Manipulasi Laporan dan Penggunaan Tidak Sesuai Peruntukan

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, para tersangka diduga menjalankan modus dengan cara memanipulasi laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS serta menarik dan menggunakan dana SPP tidak sesuai dengan ketentuan.

Tersangka S selaku bendahara dana BOS diduga menyusun laporan keuangan yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Sejumlah pengeluaran disebutkan dalam laporan, namun tidak seluruhnya direalisasikan sebagaimana tercantum dalam dokumen administrasi.

Sementara itu, tersangka M selaku bendahara SPP diduga melakukan pungutan dan pengelolaan dana yang tidak transparan. Dana yang terkumpul dari pembayaran SPP siswa diduga tidak sepenuhnya disetorkan dan dipertanggungjawabkan sesuai aturan.

Adapun tersangka Z selaku kepala sekolah diduga mengetahui serta turut menyetujui mekanisme pencairan dan penggunaan anggaran tersebut. Dalam konstruksi perkara, kepala sekolah berperan sebagai penanggung jawab utama pengelolaan keuangan sekolah.

“Modus yang digunakan adalah dengan menyusun laporan administrasi seolah-olah penggunaan anggaran telah sesuai ketentuan. Padahal, dari hasil audit dan pemeriksaan saksi, terdapat indikasi penyimpangan,” kata Hengky.

Baca Juga :  Ponton Dermaga Tanjung Berlian Ambruk

Dua Tersangka Ditahan di Rutan, Kepala Sekolah Ditahan Kota

Terhadap tersangka S dan M, penyidik melakukan penahanan rutan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor PRINT-26 dan PRINT-27 tanggal 26 Februari 2026. Keduanya ditahan selama 20 hari, terhitung sejak 26 Februari 2026 hingga 17 Maret 2026 di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Balai Karimun.

Sementara itu, tersangka Z tidak ditahan di rutan, melainkan dikenakan penahanan kota berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor PRINT-25 tanggal 26 Februari 2026.

Menurut Hengky, penahanan kota terhadap Z dilakukan dengan pertimbangan kondisi kesehatan yang bersangkutan yang sedang menjalani pengobatan tuberkulosis (TBC).

“Penahanan kota diberikan setelah mempertimbangkan kondisi kesehatan tersangka yang sedang aktif menjalani pengobatan TBC. Namun demikian, proses hukum tetap berjalan dan yang bersangkutan wajib memenuhi seluruh ketentuan yang ditetapkan penyidik,” ujar dia.

Dijerat Berlapis Pasal Tipikor

Ketiga tersangka dijerat dengan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, di antaranya Pasal 2 dan/atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Selain itu, tersangka juga dijerat dengan Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 8 Undang-Undang Tipikor, serta ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Hengky menegaskan, penanganan perkara ini merupakan bagian dari komitmen kejaksaan dalam mengawal penggunaan anggaran pendidikan agar tepat sasaran.

“Dana pendidikan adalah hak peserta didik. Setiap penyimpangan akan kami tindak secara tegas, profesional, dan akuntabel,” kata dia.

Proses penyidikan masih terus berjalan untuk mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat serta menghitung secara pasti besaran kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Kepri dan Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 16 Ton Pasir Timah Senilai Rp 3,2 Miliar ke Malaysia
Isu Uang “Gerenti” di Karimun Jadi Sorotan, PBB Tegaskan Tak Ada Pungutan oleh Imigrasi
Imigrasi Tanjung Balai Karimun Tunda 18 Permohonan Paspor hingga Februari 2026
Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat, Kejari Karimun Bentuk Pos Pelayanan Bantuan Hukum
Kapus Moro Terjerat Kasus Narkoba, Dinkes Karimun Tunjuk Plh dan Koordinasi dengan BKPSDM
PPPK di Karimun Dipastikan Terima THR Idul Fitri 1447 H, Pemkab Sesuaikan Kemampuan Keuangan Daerah
Kabupaten Karimun Raih Penghargaan BRIN, Masuk Daerah Berdaya Saing Nasional
Kepala Puskesmas Moro Diamankan Terkait Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:28 WIB

Bea Cukai Kepri dan Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 16 Ton Pasir Timah Senilai Rp 3,2 Miliar ke Malaysia

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:14 WIB

Isu Uang “Gerenti” di Karimun Jadi Sorotan, PBB Tegaskan Tak Ada Pungutan oleh Imigrasi

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:29 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS dan SPP, Tiga Pejabat Sekolah di Karimun Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kamis, 26 Februari 2026 - 04:43 WIB

Imigrasi Tanjung Balai Karimun Tunda 18 Permohonan Paspor hingga Februari 2026

Rabu, 25 Februari 2026 - 07:42 WIB

Kapus Moro Terjerat Kasus Narkoba, Dinkes Karimun Tunjuk Plh dan Koordinasi dengan BKPSDM

Berita Terbaru