Karimun, KepriHeadline.id – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani buka suara atas kejadian pegawainya yang melakukan bunuh diri di lantai 6 Rumah Sakit, Sabtu, 20 Januari 2024 kemarin.
Korban berinisial Da (43) itu, diketahui merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah 19 tahun mengabdi di RSUD Muhammad Sani. Korban selama masa kerjanya, dikenal sebagai orang yang baik dan taat beribadah.
Direktur Utama RSUD Muhammad Sani Rosdiana Lazuardi mengatakan, korban Da memiliki masalah kesehatan yang didiagnosis oleh dokter sebagai Depresi yang berdampak menimbulkan Imsomnia atau gangguan tidur.
“Korban ini rutin berobat, dan satu sampai dua tahun lalu, kami sempat berikan cuti panjang selama enam bulan untuk pemulihan, hingga kemarin, Ia juga masih rutin berkonsultasi,” kata Rosdiana dalam keterangan resminya kepada awak media, Minggu, 21 Januari 2024.
Ia menyebutkan, korban selama masa kerjanya juga dikenal sebagai orang yang rajin, tidak pernah membuat masalah dan taat beribadah.
“Korban orang baik, rajin dan taat beribadah. Bahkan, tidak pernah tinggal shalat dhuha,” katanya.
Korban Da Sempat Ungkap Ingin Akhir Hidup
Dalam memberikan keterangan resminya, Rosdiana juga turut didampingi oleh Dokter Psikiater yang menangani korban selama pengobatan.
Pada keterangan dokter psikiaternya, yakni dr Zul, ia mengungkapkan, korban didiagnosa mengalami depresi yang menyebabkan gangguan tidur.
Menurutnya, depresi dialami korban, berbeda dengan depresi yang umum dikenal oleh masyarakat, Depresi dialami oleh korban ini, pada umumnya mempengaruhi mood yang mengakibatkan semangat dan gairah hidup menurun.
“Korban ini masih sadar, hanya depresi ini mempengaruhi mood, jadi dia kurang semangat, kurang gairah, dan itu tanpa sebab,” katanya.
Ia mengatakan, penyataan ingin mengakhiri hidupnya sempat disampaikan oleh korban saat melakukan konsultasi. Bahkan, penyataan itu juga turut disampaikannya kepada rekan-rekannya di RSUD Muhammad Sani.
“Dalam dua hingga tiga bulan ini, korban sempat menyatakan ingin mengakhiri hidupnya. Bahkan, dengan rekan-rekannya disini juga dia mengungkapkan bahwa telah putus harapan dan ingin akhiri hidupnya,” tutupnya.
Korban Berencana Berangkat Umroh
dr Rosdiana juga mengungkapkan, Korban Da rencananya pada 27 Januari 2024 mendatang akan berangkat Umroh ke Tanah Suci Mekkah. Namun, rencana itu harus berakhir dikala, Da memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di Lantai 6 RSUD Muhammad Sani.
“Pada tanggal 27 ini sebenarnya, beliau akan berangkat Umroh. Jadi kejadian ini, diluar dari prediksi kita,”kata Rosdiana.
Ia menyebutkan, korban juga sudah mendapatkan pesan dari dokter psikiater untuk memanfaatkan momen ibadah Umroh nanti, untuk berdoa meminta kesembuhan atas penyakit yang didideritanya.
Korban Terakhir Terpantau Kamera CCTv
Sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara Gantung diri, korban Da sempat terpantau di beberapa tempat di RSUD Muhammad Sani melalui kamera CCTv.
dr Rosdiana menyebutkan, Da terpantau datang ke RSUD Muhammad Sani pada Sabtu, 20 Januari sekira pukul 06.00 WIB.
Dimana dalam pantauan CCTv terlihat Da di beberapa tempat, antaranya Area Parkir, Ruang Karyawan, Workshop, Lift dan Lantai 6.
“Korban Da terlihat juga membawa kantong kuning menuju lift dan naik ke atas. Terakhir terpantau pada 08.48 WIB,” tutupnya.
(*)
Ikuti berita lainnya di GOOGLE NEWS






