KARIMUN, KepriHeadline.id – Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, masih menghadapi kekurangan tenaga dokter di sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Bahkan, dua puskesmas dilaporkan tidak memiliki dokter untuk melayani pasien rawat jalan.
Kondisi tersebut terjadi di Puskesmas Kundur Barat dan Puskesmas Moro. Akibatnya, layanan poliklinik bagi masyarakat di dua wilayah itu tidak dapat berjalan optimal.
Di Puskesmas Kundur Barat, kekosongan dokter telah berlangsung sejak Januari 2026. Dokter umum yang sebelumnya bertugas diketahui tengah menjalani pendidikan lanjutan untuk mengambil spesialisasi, sehingga posisi tersebut belum terisi hingga kini.
Situasi serupa juga terjadi di Puskesmas Moro. Fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama itu saat ini tidak memiliki dokter umum yang bertugas melayani pasien.
Mengatasi persoalan itu, Bupati Karimun, Iskandarsyah, mengatakan pihaknya telah memanggil Dinas Kesehatan dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karimun guna membahas pengadaan dokter untuk mengatasi kekosongan tersebut.
“Saya sudah panggil BKPSDM untuk membahas persoalan ini. Saya minta mulai diformulasikan kebutuhan dokter, khususnya untuk di Kundur Barat dan Moro. Untuk Kundur Barat ini sudah tiga kali dibuka perekrutan, tapi belum ada yang berminat. Mungkin karena masalah gaji, saya minta dinaikkan menjadi Rp 5 juta,” ujar Iskandarsyah, Senin, 23 Februari 2026.
Ia menjelaskan, secara ideal setiap puskesmas yang memiliki layanan rawat inap membutuhkan setidaknya tiga dokter umum agar pelayanan dapat berjalan maksimal. Namun, kondisi tersebut belum terpenuhi di sejumlah puskesmas di Karimun.
“Idealnya satu puskesmas rawat inap itu ada tiga dokter umum. Jadi memang masih banyak kekurangan,” katanya.
Sembari menunggu proses perekrutan, pemerintah daerah akan menyiapkan skema dokter perbantuan untuk menutup kekosongan layanan. Dokter dari rumah sakit maupun puskesmas lain yang dinilai memiliki tenaga cukup akan digilir untuk bertugas sementara di fasilitas yang kekurangan dokter.
“Kita akan perbantukan dokter dari rumah sakit atau puskesmas lain yang memungkinkan. Akan kita atur secara bergilir dan secepatnya,” ujar Iskandarsyah.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







