Rp1,06 Miliar Kerugian Negara Dipulihkan Kejari Karimun dari Tiga Kasus Korupsi di Tahun 2025

- Author

Rabu, 10 Desember 2025 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kajari Karimun Denny Wicaksono menyampaikan Capaian Kinerja Tahun 2025 dalam kegiatan Ngopi Sore bersama Jurnalis dalam rangka Hari Anti Korupsi 2025.

Kajari Karimun Denny Wicaksono menyampaikan Capaian Kinerja Tahun 2025 dalam kegiatan Ngopi Sore bersama Jurnalis dalam rangka Hari Anti Korupsi 2025.

Karimun, KepriHeadline.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun mencatat capaian signifikan dalam penanganan tindak pidana korupsi sepanjang 2025. Dari serangkaian perkara yang ditangani, kejaksaan berhasil memulihkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,06 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Karimun, Denny Wicaksono, menyampaikan bahwa pemulihan aset negara kini menjadi salah satu fokus utama dalam penegakan hukum.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi tidak hanya diukur dari penindakan, tetapi juga dari besarnya kerugian negara yang dapat dikembalikan.

“Tidak hanya menindak, tetapi bagaimana kerugian negara bisa pulih. Itu menjadi bagian penting dalam penanganan setiap perkara,” ujar Denny, Selasa (9/12/2025).

Dari laporan kinerja di tahun 2025, Kejari Karimun mencatat telah menangani tiga perkara korupsi signifikan yang proses hukumnya telah berjalan hingga persidangan.

Ketiga perkara itu, masing-masing, antara lain, Kasus Korupsi Dermaga Islamic Center Kundur, Kasus Dugaan Korupsi Penerbitan Pengalihan Hak Atas Tanah di Sugie Besar, dan korupsi pengelolaan Dana Hibah pada KPU Karimun Tahun 2024.

Untuk kasus Korupsi dermaga Islamic Centre, kasus tersebut, saat ini sedang dalam tahap banding di Pengadilan Tinggi (PT), kemudian untuk kasus Dugaan Korupsi Penerbitan Pengalihan Hak Atas Tanah di Sugie Besar, perkara ini telah dilimpahkan ke Pengadilan Tinggi.

Sementara untuk, kasus dugaan korupsi dana hibah KPU, sejauh ini proses hukum terhadap kasus itu masih berjalan di Kejari Karimun.

Selain itu, Kejari Karimun juga menerima pelimpahan (pemeriksaan saksi) dari Kejaksaan Tinggi terkait kasus korupsi pengaturan barang kena cukai dalam kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.

Denny mengatakan, tahun 2025 ini, Kejari Karimun juga berhasil melakukan pemulihan kerugian keuangan negara senilai total Rp1,06 miliar dari tiga kasus yang telah menjalani proses hukum.

“Dari perkara di atas, kami tidak hanya menindak, tapi ada pengembalian kerugian negara,” ujar Denny, kepada awak media, Selasa, 9 Desember 2025.

Ia menjelaskan, rincian pengembalian kerugian negara tersebut meliputi dari perkara korupsi Koni Karimun sebesar Rp633 juta, korupsi DLH Karimun dengan besaran uang penganti senilai Rp241 juta dan korupsi DLH Karimun dengan Pengembalian uang sebesar Rp333 juta

“Capaian ini hasil kerja keras tim Kejaksaan Negeri Karimun dan juga masyarakat. Dalam perkara yang masih berjalan, kita juga akan upayakan adanya pengembalian kerugian negara,” katanya.

Denny menjelaskan, Kejari Karimun tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada upaya pencegahan korupsi. Hal ini dilakukan melalui pendampingan, penyuluhan, hingga edukasi hukum kepada masyarakat serta kalangan akademik.

“Kami terus melakukan pendampingan dan penyuluhan hukum. Ini penting untuk mencegah munculnya niat jahat yang kerap terjadi akibat kewenangan yang disalahgunakan,” ujarnya.

Menurut dia, edukasi antikorupsi kepada generasi muda, termasuk mahasiswa, perlu terus digalakkan.

“Kita harus memberikan pemahaman sejak dini tentang apa itu korupsi dan bagaimana menghindarinya. Disiplin adalah langkah awal yang sederhana, tetapi sangat penting,” tutupnya.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit
P4MI Karimun Fasilitasi 7 PMI Berangkat Kerja ke Serbia

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun

Berita Terbaru

Petugas PLN melakukan perbaikan terhadap mesin jaringan listrik. Foto: Istimewa/kepriheadline.id

KARIMUN

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:21 WIB