Karimun, KepriHeadline.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) marak terjadi di Kabupaten Karimun sepanjang Januari 2026.
Intensitas kebakaran yang tinggi membuat petugas pemadam kebakaran kewalahan, dengan laporan kejadian mencapai tiga hingga empat titik dalam satu hari.
Kepala Bidang Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran BPBD dan Damkar Kabupaten Karimun, Hendra Hidayat, mengatakan lonjakan kebakaran terjadi hampir merata di berbagai wilayah.
Kondisi cuaca panas disertai angin kencang turut mempercepat penyebaran api, terutama di lahan semak dan perkebunan.
“Kalau sepanjang Januari ini memang banyak. Kami kewalahan, sehari bisa tiga sampai empat titik kebakaran,” kata Hendra, Kamis (22/1/2026).
Hendra menyebutkan, hanya dalam satu hari, petugas bisa menangani beberapa lokasi kebakaran sekaligus. Situasi ini menuntut kesiapsiagaan penuh personel, meski jumlah armada dan sumber daya terbatas.
“Semalam saja ada tiga titik. Memang payah kalau sudah begini,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Karimun, sepanjang Januari 2026 telah terjadi 26 kasus kebakaran.
Hendra mengungkapkan, sebagian besar kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan, ditambah kondisi lahan yang kering. Api dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan jika terlambat ditangani.
BPBD Karimun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di musim kering. Warga juga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran agar api dapat ditangani sebelum meluas.
“Kami berharap kesadaran masyarakat meningkat. Pencegahan jauh lebih penting, karena kalau api sudah besar, dampaknya luas dan petugas juga terbatas,” kata Hendra.
Maraknya karhutla di awal tahun ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Tanpa upaya pencegahan bersama, kebakaran berpotensi terus berulang dan mengancam lingkungan serta keselamatan warga.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah






