Karimun, KepriHeadline.id – Sistem kelistrikan di Pulau Karimun kembali mengalami padam total atau blackout, Jumat 9 Oktober 2026.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tanjung Balai Karimun terkait penyebab pemadaman tersebut.
Meski demikian, proses penormalan pasokan listrik dilaporkan telah kembali normal pukul 12.00 WIB.
Manager PLN ULP Tanjung Balai Karimun, Suheri, mengatakan penyebab teknis gangguan belum dapat dipastikan karena masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Penyebab detail belum dapat, perlu dilakukan investigasi dulu. Saat ini tim proses penormalan bertahap,” ujar Suheri.
Ia menjelaskan, petugas PLN saat ini masih berupaya memulihkan pasokan listrik secara bertahap agar sistem kelistrikan kembali beroperasi normal.
Ia menyampaikan, dari total 28 keypoint jaringan, sebanyak 22 titik telah berhasil dinormalkan. Sementara itu, enam titik lainnya masih dalam proses penanganan.
“Dari total 28 keypoint, 22 keypoint sudah berhasil normal, enam keypoint lagi proses penormalan,” jelasnya.
Suheri menambahkan, pihaknya belum dapat menyampaikan penyebab gangguan secara terperinci sebelum proses pemeriksaan dan analisis teknis selesai dilakukan.
Menurut dia, gangguan yang dapat diketahui secara visual bisa langsung disampaikan. Namun, apabila membutuhkan analisis lebih lanjut, tim teknis harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan sumber permasalahan.
PLN masih berfokus pada pemulihan pasokan listrik di wilayah terdampak, sembari menelusuri penyebab gangguan yang kembali memicu blackout di Pulau Karimun.
Suheri juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan pasokan listrik tersebut.
PLN memahami pemadaman listrik dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, petugas terus berupaya melakukan penormalan secara bertahap agar pasokan listrik di Pulau Karimun kembali pulih.
PLN juga masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab gangguan sebelum menyampaikan penjelasan teknis lebih lanjut.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







