BULOG Cetak Rekor, Pengadaan Beras Tembus 4,11 Juta Ton hingga Oktober 2026

- Author

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BULOG Cetak Rekor, Pengadaan Beras Tembus 4,11 Juta Ton hingga Oktober 2026

BULOG Cetak Rekor, Pengadaan Beras Tembus 4,11 Juta Ton hingga Oktober 2026

JAKARTA, KepriHeadline.id – Perum Bulog mencatat rekor tertinggi pengadaan beras sepanjang sejarah perusahaan setelah realisasinya menembus 4,11 juta ton hingga 8 Oktober 2026.

Berdasarkan keterangan resmi Bulog yang dirilis Jumat (9/10/2026), realisasi pengadaan beras melalui skema Public Service Obligation (PSO) mencapai 4.115.014 ton setara beras. Jumlah tersebut setara dengan 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton sepanjang 2026.

Capaian ini melampaui realisasi pengadaan beras pada 2025 yang tercatat sebanyak 3.191.969 ton setara beras. Angka tersebut juga melampaui rekor sebelumnya pada 2012, ketika Bulog mencatat pengadaan sebesar 3,65 juta ton.

Keberhasilan melampaui target sebelum akhir tahun ini menjadi capaian penting bagi Bulog dalam menjalankan penugasan pemerintah, terutama untuk menyerap hasil panen petani dan memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Pengadaan beras dilakukan melalui jaringan Bulog di berbagai daerah sentra produksi dengan melibatkan petani, kelompok tani, mitra penggilingan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen, Bulog juga memperkuat jaringan pembelian di tingkat produksi, meningkatkan kesiapan fasilitas penyimpanan dan pergudangan, serta mempercepat penyerapan saat musim panen.

Langkah tersebut dilakukan agar hasil panen petani dapat terserap secara optimal sekaligus memperkuat ketersediaan stok beras yang dikelola pemerintah.

Bulog Apresiasi Dukungan Petani dan Pemerintah

Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Bulog yang menjalankan penugasan di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut dia, realisasi pengadaan yang melampaui 4 juta ton bukan sekadar pencapaian angka, melainkan hasil kerja bersama untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik.

“Capaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor capaian tertinggi sepanjang Bulog berdiri ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan Bulog di berbagai penjuru Indonesia,” ujar Ahmad Rizal.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, penyuluh pertanian, mitra kerja, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penguatan ekosistem pangan nasional.

Ahmad Rizal turut menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Presiden Prabowo Subianto serta dukungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.

Ia berharap pencapaian tersebut menjadi dorongan bagi Bulog untuk terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Realisasi pengadaan yang melampaui target diharapkan memperkuat posisi pemerintah dalam menjaga ketersediaan beras dan mendukung program stabilisasi pangan.

Bulog memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen maupun konsumen, serta mengelola cadangan pangan pemerintah.

Dengan pengadaan yang kuat dari sisi hulu, pemerintah memiliki dukungan stok yang lebih besar untuk menjalankan berbagai program stabilisasi dan penyaluran pangan kepada masyarakat.

Bulog menyatakan akan terus mengoptimalkan penyerapan beras hingga akhir 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, inovasi, serta penguatan operasional dari hulu hingga hilir.

Melalui langkah tersebut, Bulog menargetkan penguatan kontribusinya dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan sekaligus memastikan hasil kerja petani menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Uji Coba MBG Prasmanan di Kelas, Makanan Diantar Hangat dari Dapur SPPG
Pengukuran Terjadwal ATR/BPN Dinilai Mudahkan Warga Kota Gorontalo
RUU Reforma Agraria Disiapkan untuk Atasi Kebuntuan Hukum Penyelesaian Konflik Agraria
HANTARU ke-66, Kementerian ATR/BPN Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Mata Gratis
HANTARU 2026, Menteri Nusron Minta Transformasi Layanan Jadi Cara Kerja Sehari-hari
66 Tahun UUPA, Kementerian ATR/BPN Akselerasi Sejumlah Program Strategis Pertanahan dan Tata Ruang
Lampaui Target, LP2B Nasional Capai 87,63 Persen
Sertipikasi Rumah Ibadah Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, tetapi Tegaskan Eksistensi Jemaat
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:04 WIB

BULOG Cetak Rekor, Pengadaan Beras Tembus 4,11 Juta Ton hingga Oktober 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:21 WIB

BGN Uji Coba MBG Prasmanan di Kelas, Makanan Diantar Hangat dari Dapur SPPG

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pengukuran Terjadwal ATR/BPN Dinilai Mudahkan Warga Kota Gorontalo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:46 WIB

RUU Reforma Agraria Disiapkan untuk Atasi Kebuntuan Hukum Penyelesaian Konflik Agraria

Selasa, 29 September 2026 - 08:49 WIB

HANTARU ke-66, Kementerian ATR/BPN Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Mata Gratis

Berita Terbaru

Petugas PLN melakukan perbaikan terhadap mesin jaringan listrik. Foto: Istimewa/kepriheadline.id

KARIMUN

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:21 WIB