Sopir Taksi Konvensional Minta Penegasan Aturan Usai Insiden di Pelabuhan Karimun

- Author

Minggu, 26 April 2026 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Persoalan Zonasi Jemput, Sopir Taksi Online dan Konvensional di Karimun Bersitegang

Persoalan Zonasi Jemput, Sopir Taksi Online dan Konvensional di Karimun Bersitegang

KARIMUN, KepriHeadline.id Perwakilan taksi konvensional Taman Bunga Kabupaten Karimun angkat bicara terkait insiden ketegangan antara sopir taksi konvensional dan driver taksi online yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun.

Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu terjadi pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Ketegangan dipicu dugaan pelanggaran titik jemput yang telah disepakati sebelumnya.

Ketua taksi konvensional Taman Bunga, Yusnilan, menyayangkan insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan pembagian titik jemput sebenarnya telah dibahas bersama pemerintah daerah melalui dinas perhubungan.

“Masalah ini sudah pernah kami bahas dalam rapat. Saat ditanya apakah ada keberatan, tidak ada yang menyampaikan pendapat. Semua diam sampai keputusan ditetapkan,” ujar Yusnilan saat ditemui, Minggu (26/4/2026).

Menurut dia, ketegangan terjadi karena salah satu driver taksi online diduga menjemput penumpang di luar titik yang telah ditentukan.

“Kami tidak masalah jika mereka tidak masuk ke area kami. Tapi ini sudah melewati batas, padahal sudah ada papan penunjuk lokasi penjemputan untuk taksi online,” katanya.

Yusnilan juga menyoroti sikap arogansi sejumlah oknum dalam insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa para sopir taksi konvensional juga merupakan warga setempat yang hanya berupaya mencari nafkah.

“Ada yang bilang ‘kami orang sini, anak sini’. Kami juga orang sini. Kami hanya cari makan, bukan cari kaya. Bahkan kalau ada penumpang yang tanya lokasi taksi online, kami tunjukkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jumlah anggota taksi konvensional di kawasan tersebut mencapai sekitar 150 orang, terdiri dari sopir mobil, ojek, hingga becak. Sebagian besar dari mereka menggantungkan hidup untuk kebutuhan sehari-hari, pendidikan anak, hingga cicilan kendaraan.

“Kami juga membayar pajak setiap bulan ke pemerintah,” tambahnya.

Atas kejadian ini, pihak taksi konvensional berharap Pemerintah Kabupaten Karimun dapat mempertegas aturan terkait titik jemput agar tidak menimbulkan konflik serupa di kemudian hari.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harlah ke-80 Muslimat NU di Karimun, Bazar UMKM hingga Donor Darah Warnai Perayaan
Razia Gabungan di Tempat Hiburan Malam, Polres Karimun Pastikan Nihil Narkotika
Mutasi Polda Kepri, AKP Bakri Ditunjuk Jadi PS Kapolsek Balai Karimun
Persoalan Zonasi Jemput, Sopir Taksi Online dan Konvensional di Karimun Bersitegang
Polda Kepri Ungkap Dua Kasus Narkotika di Karimun, Empat Tersangka Diamankan
Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Karimun Panen Perdana Padi Gogo Cakrabuana
TNI AL dan BAIS Gagalkan Penyelundupan 5 PMI Ilegal di Perairan Karimun
Kapten SB Solop Indah Ceritakan Detik-Detik Penumpang Perempuan Lompat ke Laut di Selat Beliah

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 22:42 WIB

Harlah ke-80 Muslimat NU di Karimun, Bazar UMKM hingga Donor Darah Warnai Perayaan

Minggu, 26 April 2026 - 21:39 WIB

Sopir Taksi Konvensional Minta Penegasan Aturan Usai Insiden di Pelabuhan Karimun

Minggu, 26 April 2026 - 18:36 WIB

Razia Gabungan di Tempat Hiburan Malam, Polres Karimun Pastikan Nihil Narkotika

Minggu, 26 April 2026 - 13:10 WIB

Mutasi Polda Kepri, AKP Bakri Ditunjuk Jadi PS Kapolsek Balai Karimun

Sabtu, 25 April 2026 - 16:09 WIB

Polda Kepri Ungkap Dua Kasus Narkotika di Karimun, Empat Tersangka Diamankan

Berita Terbaru