KARIMUN, KepriHeadline.id – Pemerintah Kabupaten Karimun bersama Komisi X DPR RI memperkuat sinergi untuk mendorong pemerataan pendidikan di wilayah kepulauan. Komitmen tersebut terlihat dalam kunjungan kerja ke SDN 012 Pulau Tulang dan SD-SMP Negeri 4 Satu Atap Karimun, Kamis (23/4/2026).
Kunjungan dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, serta didampingi Bupati Karimun, Iskandarsyah. Agenda ini menyoroti langsung berbagai tantangan pendidikan di wilayah kepulauan, mulai dari keterbatasan akses internet hingga minimnya sarana teknologi pembelajaran.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan menemukan bahwa keterbatasan sinyal internet masih menjadi kendala utama, terutama dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berbasis digital. Selain itu, keterbatasan perangkat komputer turut memengaruhi optimalisasi kegiatan belajar mengajar.
Iskandarsyah menegaskan, kunjungan ini menjadi dasar penting dalam merumuskan langkah percepatan pemerataan pendidikan di Karimun.
“Kami bersama Komisi X DPR RI melihat langsung kondisi di lapangan. Ini menjadi dasar kuat untuk mempercepat pemerataan akses pendidikan, terutama melalui penguatan jaringan internet dan sarana pembelajaran berbasis teknologi,” ujar Iskandarsyah.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjawab tantangan geografis Karimun sebagai daerah kepulauan.
“Sinergi ini penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran. Pemerintah daerah siap menindaklanjuti dengan langkah konkret,” katanya.
Sementara itu, My Esti Wijayati mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Karimun dalam mendorong pemerataan pendidikan hingga ke wilayah terpencil.
“Kami melihat ada komitmen kuat dari pemerintah daerah. Ini perlu didukung dari sisi kebijakan dan anggaran di tingkat pusat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kendala teknis yang dihadapi sekolah, khususnya keterbatasan jaringan internet yang menghambat pelaksanaan TKA serta minimnya fasilitas pendukung seperti komputer.
Di tengah keterbatasan tersebut, dedikasi tenaga pendidik di Pulau Tulang menjadi perhatian. Para guru tetap menjalankan tugas secara maksimal, bahkan harus mencari lokasi dengan sinyal yang memadai demi mendukung administrasi pembelajaran.
Menurut Iskandarsyah, kondisi tersebut justru menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan.
“Semangat guru dan siswa di Pulau Tulang menjadi energi bagi kami untuk terus bekerja. Kami ingin memastikan tidak ada anak Karimun yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses,” tegasnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Karimun memiliki potensi besar sebagai wilayah strategis, didukung harmoni sosial masyarakat serta kedekatan geografis dengan negara tetangga.
“Dengan sinergi yang kuat antara daerah dan pusat, kami optimistis pemerataan pendidikan di Karimun akan semakin maju,” ucapnya.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah






