KARIMUN, KepriHeadline.id – Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing, Sabtu (28/2/2026).
Sidak ini dilakukan untuk merespons keluhan orang tua siswa terkait kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan saat Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriyah.
Dalam peninjauan tersebut, Rocky yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Program MBG Kabupaten Karimun menegaskan pentingnya fungsi pengawasan agar mutu makanan yang diterima siswa tetap sesuai standar kesehatan.
“Kami hadir hari ini untuk memastikan kebenarannya. Intinya, ini fungsi kontrol kami agar mutu makanan bisa terus terjaga. Menu dan besarannya jangan dikurang-kurangi,” ujar Rocky di sela-sela sidak.
Ia mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar mematuhi petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut dia, tidak boleh ada upaya pengurangan kualitas bahan maupun porsi makanan demi meraih keuntungan tambahan, mengingat margin keuntungan sudah diperhitungkan dalam anggaran program.
Rocky juga menegaskan bahwa BGN telah menyiapkan sanksi tegas bagi penyedia layanan yang terbukti tidak konsisten dalam menjaga kualitas hidangan.
“Jangan sampai ada pengurangan nilai bahan yang diberikan ke siswa, karena keuntungan juga sudah diperoleh. Sanksi dari BGN terhadap SPPG yang bermain itu sudah ada,” tegasnya.
Dua Kategori Porsi
Dalam pelaksanaan MBG di Karimun, terdapat dua kategori porsi makanan. Pertama, porsi kecil dengan nilai menu Rp 8.000 yang diperuntukkan bagi balita, anak PAUD, dan TK. Kedua, porsi besar senilai Rp 10.000 yang didistribusikan untuk siswa SD kelas 4–6, SMA, serta ibu hamil dan menyusui.
Koordinator Wilayah BGN Karimun, Anas Fitrawanda, menjelaskan bahwa sejumlah SPPG menerapkan strategi subsidi silang agar menu tetap variatif dan tidak terkesan minimalis.
“Subsidi silang ini supaya menu variatif. Misalnya, di hari tertentu harga menu lebih dari Rp 10.000, lalu di hari berikutnya kurang dari itu. Kalau dipatok rata Rp 10.000 setiap hari, menunya akan sangat minimalis,” jelas Anas.
Skema Distribusi Saat Ramadhan
Terkait distribusi selama bulan Ramadhan, Anas menyebut operasional MBG akan menyesuaikan kalender pendidikan dari Dinas Pendidikan setempat.
Untuk siswa SD kelas 1 hingga 3 yang memperoleh jadwal libur lebih banyak, distribusi dilakukan dengan skema 3B. Artinya, pengiriman dilakukan dua kali dalam sepekan, namun tetap mencakup porsi untuk enam hari.
Sementara itu, untuk siswa kelas 5 SD hingga SMA yang tetap masuk sekolah, distribusi makanan dilakukan setiap hari seperti biasa.
“Distribusi disesuaikan jadwal Disdik. Kelas 1 sampai 3 itu libur, jadi distribusinya mengikuti 3B. Seminggu dua kali distribusi, tapi tetap mencakup enam hari. Untuk kelas 5 sampai SMA yang masuk setiap hari, tetap didistribusikan harian,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Karimun memastikan pengawasan terhadap program MBG akan terus dilakukan secara berkala guna menjamin kualitas gizi anak-anak tetap terjaga.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







