Ubah Sampah Jadi Bernilai, Bank Sampah Binaan PT Timah Tumbuhkan Kesadaran Warga Kundur Barat

- Author

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ubah Sampah Jadi Bernilai, Bank Sampah Binaan PT Timah Tumbuhkan Kesadaran Warga Kundur Barat

Ubah Sampah Jadi Bernilai, Bank Sampah Binaan PT Timah Tumbuhkan Kesadaran Warga Kundur Barat

KARIMUN, KepriHeadline.id – PT Timah Tbk terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui pembinaan Kelompok Bank Sampah Lanjut Berseri di Dusun I, Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dengan membiasakan pemilahan sampah serta memanfaatkan limbah rumah tangga yang masih memiliki nilai ekonomis.

Ketua Bank Sampah Lanjut Berseri, Dedi, mengatakan kelompok yang berdiri kurang dari satu tahun itu dibentuk untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.

Menurut dia, sampah tidak selalu berakhir menjadi limbah yang dibuang, tetapi dapat memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola dengan baik.

“Selama ini masih banyak masyarakat yang menganggap sampah tidak memiliki nilai. Melalui bank sampah, kami ingin memberikan pemahaman bahwa sampah rumah tangga seperti botol plastik dan kemasan bekas masih bisa dijual jika dipilah dan dikelola dengan benar,” kata Dedi.

Saat ini, Bank Sampah Lanjut Berseri dikelola oleh lima orang pengurus dan melayani masyarakat setiap Kamis dan Sabtu. Tidak hanya menyasar warga umum, program tersebut juga melibatkan kalangan pelajar sebagai bagian dari pendidikan lingkungan sejak usia dini.

Salah satu program yang dijalankan adalah tabungan sampah bagi siswa SD Negeri 009 Sawang Laut. Melalui program tersebut, para siswa diajak mengumpulkan sampah yang memiliki nilai jual untuk ditabung dan ditukarkan dengan perlengkapan sekolah.

“Anak-anak diajarkan memilah sampah sejak dini. Sampah yang mereka kumpulkan dicatat sebagai tabungan dan nantinya bisa ditukar dengan buku maupun alat tulis sekolah,” ujarnya.

Dedi menilai edukasi pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan penting karena sebagian masyarakat belum memahami manfaat ekonomi yang dapat diperoleh dari sampah rumah tangga.

Meski saat ini sampah yang terkumpul masih dijual kepada pengepul karena keterbatasan fasilitas pengolahan, keberadaan bank sampah dinilai telah membawa perubahan positif dalam perilaku masyarakat.

“Memang kami belum memiliki alat pencacah atau sarana pengolahan lainnya. Namun yang terpenting saat ini adalah membangun kesadaran masyarakat agar terbiasa memilah sampah dan tidak membuangnya sembarangan,” katanya.

Ia mengapresiasi dukungan PT Timah yang dinilai berperan besar dalam pengembangan bank sampah, mulai dari penyediaan sarana awal hingga pendampingan kepada masyarakat.

“PT Timah sangat membantu dalam pembangunan fasilitas maupun pembinaan. Dengan pendampingan yang diberikan, masyarakat mulai memahami bahwa sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata memiliki manfaat dan nilai ekonomi,” ujar Dedi.

Menurut dia, perubahan perilaku masyarakat mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir. Warga kini semakin terbiasa memilah sampah dari rumah sebelum disetorkan ke bank sampah. Selain itu, para guru juga aktif mengajak siswa untuk berpartisipasi dalam gerakan pengelolaan sampah.

“Alhamdulillah, masyarakat sudah mulai memilah sampah dari rumah. Kesadaran ini terus kami bangun agar pengelolaan sampah menjadi budaya yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat,” kata Dedi.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit
P4MI Karimun Fasilitasi 7 PMI Berangkat Kerja ke Serbia
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun

Berita Terbaru

Petugas PLN melakukan perbaikan terhadap mesin jaringan listrik. Foto: Istimewa/kepriheadline.id

KARIMUN

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:21 WIB