BENGKALIS, KepriHeadline.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Bea Cukai dan Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengamankan sebuah kapal berbendera Tanzania yang diduga membawa narkotika jenis sabu cair seberat sekitar 2,6 ton di perairan Tanjung Parit, Bengkalis, Riau.
Kapal tersebut bernama MV Ocean Porter. Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi intelijen mengenai dugaan pengangkutan narkotika dari Sarawak, Malaysia, menuju wilayah perairan Indonesia.
Dikutip dari Antaranews, Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN RI Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan mengatakan, informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan membentuk operasi gabungan yang melibatkan BNN RI, Bea Cukai, dan Polda Kepri.
“BNN RI kemudian membentuk operasi gabungan BNN RI, Bea Cukai dan Polda Kepri. Kami melakukan intercept 17 Agustus sekira pukul 18.15 WIB, kemudian kapal tersebut ditarik untuk diperiksa,” ujar Roy dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Selasa (18/8/2026).
Kapal Ditarik ke Karimun
Setelah berhasil dicegat, MV Ocean Porter kemudian ditarik menuju Pelabuhan Pangkalan Bea Cukai Karimun, Kepulauan Riau.
Kapal tersebut menjalani pemeriksaan secara menyeluruh menggunakan sejumlah peralatan pendukung. Di antaranya anjing pelacak atau K9, backscatter, Trunarc, dan narkotest.
Dari pemeriksaan awal, diketahui kapal MV Ocean Porter sebelumnya menggunakan nama MV Rain Maker.
Petugas juga menemukan sebuah kontainer yang berisi 157 kotak atau bal rokok. Muatan tersebut masih menjalani pemeriksaan dan pendalaman untuk memastikan kandungan serta keterkaitannya dengan dugaan penyelundupan narkotika.
BNN menyebut barang yang diduga merupakan sabu cair itu memiliki berat sekitar 2,6 ton.
10 Awak Kapal Diamankan
Dalam pengungkapan tersebut, petugas turut mengamankan 10 awak kapal MV Ocean Porter. Kesepuluh awak kapal itu diketahui merupakan warga negara Myanmar.
Saat ini, BNN RI bersama Bea Cukai dan Polda Kepri masih melakukan pemeriksaan terhadap kapal, muatan, dan seluruh awak kapal.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengungkap lebih jauh asal barang, tujuan pengiriman, serta jaringan yang diduga berada di balik penyelundupan narkotika tersebut.
Petugas masih melakukan pendalaman terhadap seluruh barang bukti dan keterangan para awak kapal untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan narkotika internasional yang terlibat dalam kasus tersebut.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







