KARIMUN, KepriHeadline.id – Dua nelayan asal Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah terombang-ambing di perairan perbatasan Karimun Anak-Malaysia selama hampir lima jam akibat mesin longboat yang mereka gunakan mengalami kerusakan.
Kedua nelayan tersebut diketahui bernama Iwan dan Reza. Mereka berangkat melaut untuk menjaring ikan sekitar pukul 14.00 WIB.
Namun, sekitar pukul 17.15 WIB, mesin longboat yang digunakan mendadak mati. Kondisi tersebut diperparah dengan aki kapal yang tidak berfungsi sehingga keduanya tidak dapat menghidupkan kembali mesin.
“Di tengah kondisi darurat, Iwan dan Reza sempat berusaha meminta pertolongan kepada kapal feri yang melintas di sekitar lokasi. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, Senin, 13 Juli 2026.
Selanjutnya, Informasi mengenai kejadian itu kemudian diterima Pos SAR Tanjung Balai Karimun (TBK) dari pihak Bea Cukai pada pukul 20.50 WIB.
Mendapat laporan tersebut, Basarnas Tanjungpinang bersama Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi menggunakan speedboat milik Lanal Tanjung Balai Karimun. Lokasi kejadian diketahui berada sekitar 11,2 mil laut dari dermaga.
“Setelah melakukan pencarian, tim akhirnya menemukan kedua nelayan pada pukul 21.55 WIB di koordinat 1°04’32.8″ LU dan 103°34’08.5″ BT atau sekitar 1,8 mil laut dari titik laporan awal (Last Known Position),” kata Fazzli.
Kedua korban ditemukan dalam keadaan selamat dan selanjutnya dievakuasi menuju Pulau Buru.
Fazzli, mengatakan keberhasilan operasi tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang cepat antara Basarnas dan seluruh unsur Potensi SAR yang terlibat.
“Alhamdulillah kedua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Kami mengapresiasi kerja sama seluruh unsur SAR yang bergerak cepat setelah menerima laporan sehingga proses penyelamatan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Fazzli.
Ia juga mengimbau para nelayan agar selalu memastikan kondisi kapal sebelum berangkat melaut, termasuk memeriksa mesin, aki, bahan bakar, serta membawa alat komunikasi dan perlengkapan keselamatan.
“Persiapan yang matang sebelum melaut sangat penting untuk meminimalkan risiko dan memudahkan proses evakuasi apabila terjadi keadaan darurat,” katanya.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







