Susi Air Batalkan Sejumlah Penerbangan akibat Aktivitas Anak Gunung Krakatau, Rute Karimun-Pekanbaru-Dabo Terdampak

- Author

Selasa, 8 September 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat Susi Air di bandara RHA Karimun. Foto: Bandara RHA Karimun

Pesawat Susi Air di bandara RHA Karimun. Foto: Bandara RHA Karimun

KARIMUN, KepriHeadline.id – Maskapai Susi Air membatalkan sejumlah jadwal penerbangan yang menghubungkan Dabo Singkep, Pekanbaru, dan Tanjung Balai Karimun, Selasa (8/9/2026).

Pembatalan penerbangan tersebut dilakukan sebagai dampak dari notifikasi ASHTAM yang diterbitkan AirNav Indonesia menyusul aktivitas letusan Anak Gunung Krakatau.

Akibat notifikasi tersebut, pesawat tidak dapat melanjutkan operasional penerbangan karena harus menunggu kondisi ruang udara dinyatakan aman dari potensi dampak abu vulkanik.

Pelaksana Tugas (Plt) Base Coordinator Susi Air Dabo Singkep, Muhammad Daffa Pradana, mengatakan, terdapat enam rute penerbangan yang terdampak pembatalan pada Selasa.

“Untuk saat ini, kita ada pembatalan untuk sejumlah rute, yakni Dabo-Pekanbaru, Pekanbaru-Tanjung Balai Karimun, Tanjung Balai Karimun-Dabo, Dabo-Tanjung Balai Karimun, Tanjung Balai Karimun-Pekanbaru, dan Pekanbaru-Dabo,” ujar Daffa.

Menurut dia, pembatalan tersebut berlaku untuk jadwal penerbangan hari ini.

Sementara itu, berdasarkan informasi terbaru, notifikasi ASHTAM telah dibuka sehingga operasional penerbangan direncanakan dapat kembali dilakukan pada Rabu (9/9/2026).

“Pembatalan berlaku hanya hari ini. Saat ini ASHTAM sudah terbuka dan operasional penerbangan bisa kembali dilakukan besok,” katanya.

Daffa menjelaskan, sebelum kembali mengoperasikan penerbangan, pihak maskapai tetap akan memastikan kondisi penerbangan benar-benar aman.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memantau potensi dampak abu vulkanik melalui paper test, pemantauan dan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Sebelum penerbangan, kami juga memastikan keadaan aman dengan melakukan paper test untuk melihat aktivitas dan dampak abu vulkanik. Ketika paper test dinyatakan negatif, operasional penerbangan bisa dilanjutkan seperti semula,” jelas Daffa.

Pembatalan penerbangan ini berdampak pada penumpang yang dijadwalkan melakukan perjalanan melalui rute Dabo Singkep, Pekanbaru, dan Tanjung Balai Karimun.

Susi Air memastikan operasional penerbangan akan kembali berjalan setelah kondisi ruang udara dinyatakan aman dan seluruh prosedur keselamatan penerbangan terpenuhi.

(*)

 

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit
P4MI Karimun Fasilitasi 7 PMI Berangkat Kerja ke Serbia
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun

Berita Terbaru

Petugas PLN melakukan perbaikan terhadap mesin jaringan listrik. Foto: Istimewa/kepriheadline.id

KARIMUN

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:21 WIB