Rutan Karimun Berdayakan Lahan Mangrove untuk Budidaya Kepiting Bakau

- Author

Selasa, 17 Desember 2024 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses pelepasan 100 bibit kepiting bakau di Hutan Mangrove Rutan Karimun. Foto: dokumen rutan/istimewa

Proses pelepasan 100 bibit kepiting bakau di Hutan Mangrove Rutan Karimun. Foto: dokumen rutan/istimewa

Karimun, KepriHeadline.id– Rumah Tahanan (Rutan) Karimun meluncurkan program budidaya kepiting bakau dengan memanfaatkan lahan mangrove di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

Pada kegiatan ini, sebanyak 100 ekor Kepiting Bakau turut dilepaskan dan akan dibudidaya di lahan Hutan Mangrove milik Rutan Kelas II B Tanjungbalai Karimun.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Rutan Karimun dengan sejumlah koperasi, antaranya Koperasi Banhun Ekonomi Maritim Kepri, Koperasi Angkasa (Malaysia), Koperasi Gerak Keris, Koperasi Keitaro Japan Automatic Johor Berhad dan Koperasi Alumni 40 Negeri Johor Berhad.

Dalam kerja sama ini, Rutan Karimun bertugas menyiapkan lahan dan sumber daya manusia (SDM) yang akan terlibat dalam proses budidaya.

Kepala Rutan Karimun, Arjiunna, mengungkapkan harapannya agar program ini dapat menjadi sarana pelatihan bagi warga binaan.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap warga binaan memiliki kemampuan dalam budidaya kepiting bakau. Keterampilan ini nantinya bisa menjadi modal berharga setelah mereka selesai menjalani masa pidana,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya wisatawan, terhadap pentingnya ekosistem mangrove.

Sebelum penebaran benih, Kepala Rutan dan tamu undangan berkesempatan meninjau area hutan mangrove. Mereka berjalan di atas jembatan mangrove yang telah dibangun sejak awal tahun lalu.

Arjiunna juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program ini.

“Kami berterima kasih atas perhatian yang telah diberikan kepada kawasan mangrove di Rutan Karimun sebagai lokasi budidaya kepiting bakau. Semoga kepiting yang kita budidayakan di sini dapat berkembang biak dengan baik, memenuhi kebutuhan pangan, dan menjadi ikon kebanggaan Kabupaten Karimun,” tambahnya.

Program ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi warga binaan serta masyarakat di sekitar Kabupaten Karimun.

(*)

Ikuti berita lainnya di GOOGLE NEWS

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau
PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:52 WIB

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun

Berita Terbaru

Kapal SB Satria 18 bersandar di Pelabuhan Rakyat Sri Tanjung Gelam Karimun. FOTO: RR/Kepriheadline.id

KARIMUN

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:52 WIB