PT TIMAH Bantu Jaring untuk Nelayan Sawang, Dorong Peningkatan Hasil Tangkapan

- Author

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARIMUN – PT TIMAH (Persero) Tbk terus mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir melalui dukungan terhadap penguatan mata pencaharian nelayan.

Salah satunya diwujudkan dengan menyerahkan bantuan alat tangkap berupa jaring ikan kepada Perkumpulan Masyarakat Nelayan Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas nelayan tradisional dalam menangkap ikan biang dan ikan lome. Sebanyak 30 nelayan menerima manfaat dari bantuan tersebut.

Dukungan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil tangkapan sekaligus memperkuat perekonomian nelayan yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas melaut.

Ketua Perkumpulan Masyarakat Nelayan Kelurahan Sawang, Jumari, mengatakan bantuan dari PT TIMAH sangat membantu para nelayan, terutama di tengah kondisi hasil tangkapan yang tidak selalu menentu.

“Alhamdulillah, bantuan dari PT TIMAH kami manfaatkan untuk membeli jaring bagi nelayan. Jaring yang dibeli disesuaikan dengan kebutuhan nelayan, yaitu untuk menangkap ikan biang dan ikan lome,” kata Jumari.

Ia menjelaskan, Perkumpulan Masyarakat Nelayan Kelurahan Sawang memiliki lebih dari 100 anggota. Namun, dalam penyaluran bantuan kali ini, pihaknya memprioritaskan 30 nelayan yang aktif melaut dan menggantungkan mata pencaharian utama dari hasil tangkapan ikan.

Menurut Jumari, sebagian besar nelayan di Kelurahan Sawang masih merupakan nelayan tradisional. Mereka menggunakan sampan sebagai sarana utama untuk mencari ikan di perairan sekitar Kecamatan Kundur Barat.

Kondisi tersebut membuat penghasilan nelayan sangat bergantung pada hasil tangkapan yang diperoleh setiap kali melaut.

Ketika hasil tangkapan melimpah, pendapatan nelayan tentu meningkat. Namun, dalam kondisi tertentu, nelayan juga harus menghadapi hasil tangkapan yang terbatas.

“Rata-rata nelayan di sini masih tradisional. Mereka menggunakan sampan untuk mencari nafkah di laut. Hasilnya juga tidak tentu. Kalau hasil tangkapan lebih banyak, pendapatan mereka tentu lebih baik,” ujarnya.

Jumari mengatakan, bantuan jaring tersebut diajukan karena kebutuhan nelayan terhadap sarana tangkap yang layak cukup mendesak.

Sejumlah jaring yang digunakan nelayan selama ini sudah mengalami kerusakan akibat pemakaian.

Sementara itu, biaya pengadaan jaring baru cukup besar bagi nelayan tradisional. Untuk satu utas jaring beserta biaya pembuatannya, nelayan dapat mengeluarkan biaya hingga sekitar Rp500.000.

Melalui bantuan PT TIMAH, masing-masing nelayan memperoleh sekitar lima utas jaring.

“Kalau membeli satu utas jaring sekaligus dengan upahnya bisa hampir Rp500 ribu. Sekarang satu nelayan bisa mendapatkan lima utas. Ini sangat membantu karena kondisi jaring yang lama sudah banyak yang rusak,” jelasnya.

Menurut Jumari, keberadaan jaring baru diharapkan dapat membuat aktivitas melaut menjadi lebih optimal dan membantu meningkatkan peluang nelayan mendapatkan hasil tangkapan.

“Kalau jaringnya masih baru, ikan lebih mudah masuk ke perangkap. Jadi kami berharap ini bisa membantu meningkatkan hasil tangkapan nelayan,” katanya.

Ia mengatakan, bantuan tersebut menjadi penting karena nelayan harus membagi pendapatan mereka untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup, sementara hasil tangkapan di laut tidak selalu dapat dipastikan.

Harapkan Sinergi Perusahaan dan Masyarakat Pesisir

Selain membantu memenuhi kebutuhan sarana tangkap nelayan, Jumari berharap dukungan tersebut dapat memperkuat hubungan dan sinergi antara perusahaan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

 

Menurut dia, aktivitas perusahaan dan kehidupan masyarakat pesisir dapat berjalan berdampingan apabila dibangun melalui komunikasi dan saling memahami.

“Saya berpikir positif. Wilayah Kundur Barat ini juga tempat nelayan mencari ikan. Kalau semua bisa saling memahami, tidak saling mengganggu, dan punya itikad untuk membantu, seharusnya bisa saling bersinergi,” tuturnya.

Jumari berharap PT TIMAH terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Mudah-mudahan ke depannya perusahaan semakin maju sehingga bisa berkontribusi untuk negara dan masyarakat, sehingga kita bisa sama-sama mendapatkan manfaat,” harapnya.

Dukungan terhadap nelayan ini menjadi salah satu upaya PT TIMAH dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya masyarakat pesisir yang menggantungkan kehidupan dan mata pencahariannya dari sumber daya laut.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit
P4MI Karimun Fasilitasi 7 PMI Berangkat Kerja ke Serbia
Bupati Karimun Tegaskan Komitmen Perkuat Keamanan Siber dan Data Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit

Berita Terbaru

Petugas PLN melakukan perbaikan terhadap mesin jaringan listrik. Foto: Istimewa/kepriheadline.id

KARIMUN

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:21 WIB