KARIMUN, KepriHeadline.id – Kepolisian Sektor (Polsek) Meral mengungkap kronologi peristiwa dua remaja yang menjadi korban sambaran petir di kawasan Teluk Paku, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Rabu (24/6/2026).
Dalam kejadian tersebut, seorang pelajar bernama Ardiansyah (16), warga Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, meninggal dunia. Sementara rekannya, Alexandra Pratama (13), warga Teluk Paku, hingga kini masih menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis.
Kapolsek Meral IPTU Wardi Purbowo mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, kedua korban bersama tiga temannya pergi bermain ke kawasan JT PT KIC sekitar pukul 12.15 WIB.
Saat berada di lokasi, kondisi cuaca mendadak memburuk disertai hujan dan angin kencang yang diduga merupakan angin puting beliung.
“Korban bersama teman-temannya berada di kawasan JT PT KIC untuk bermain. Ketika cuaca memburuk, mereka mencari tempat berteduh,” kata Wardi.
Menurut dia, Ardiansyah kemudian berteduh di atas pipa besi bekas aliran minyak milik PT KIC yang sudah tidak lagi beroperasi. Tak lama kemudian, ia memanggil Alexandra Pratama untuk bergabung di lokasi tersebut.
Namun, Alexandra memilih duduk di bawah pohon yang berada tidak jauh dari pipa besi tempat Ardiansyah berteduh.
Sekitar pukul 12.25 WIB, petir menyambar area tersebut dan mengenai kedua korban.
“Tiga teman korban yang berada di lokasi langsung berlari menuju pos pengamanan PT KIC untuk meminta pertolongan,” ujar Wardi.
Mendapat laporan tersebut, petugas keamanan PT KIC segera mendatangi lokasi kejadian. Saat tiba di lokasi, Ardiansyah ditemukan terbaring di atas pipa besi dalam keadaan tidak sadarkan diri. Sementara Alexandra ditemukan tergeletak di tanah tidak jauh dari lokasi rekannya.
Petugas keamanan kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan evakuasi.
Sekitar pukul 12.45 WIB, kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Bakti Timah Karimun untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, setelah mendapatkan pemeriksaan dari tim medis, Ardiansyah dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.10 WIB.
“Sementara korban lainnya masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” kata Wardi.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem yang belakangan terjadi di wilayah Karimun. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon maupun di dekat benda-benda logam saat hujan disertai petir karena berisiko menjadi penghantar sambaran listrik.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya cuaca ekstrem, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di area terbuka.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







