Pencarian Michael, Korban Speedboat Tenggelam di Karimun, Resmi Dihentikan

- Author

Minggu, 15 Desember 2024 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR Gabungan melakukan pemetaan lokasi pencarian terhadap tiga korban kecelakaan laut di Perairan Kepala Riau, Kecamatan Sugie Besar. Foto: Dokumen Polisi

Tim SAR Gabungan melakukan pemetaan lokasi pencarian terhadap tiga korban kecelakaan laut di Perairan Kepala Riau, Kecamatan Sugie Besar. Foto: Dokumen Polisi

Karimun, KepriHeadline.id – Setelah tujuh hari melakukan pencarian intensif, Tim SAR gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian Michael, korban speedboat tenggelam di perairan Kepala Riau, Kecamatan Sugie Besar, Kabupaten Karimun, Minggu, 15 Desember 2024.

Kapolsek Moro, AKP Sukowibowo, mengonfirmasi bahwa hingga hari terakhir pencarian, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan pria berusia 36 tahun tersebut.

“Hingga pencarian hari ketujuh, hasilnya masih nihil,” ujar AKP Sukowibowo pada Minggu malam, 15 Desember 2024.

Ia menjelaskan bahwa upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal, mulai dari penyisiran di tengah laut hingga pesisir pantai, dengan area pencarian yang terus diperluas. Namun, tidak ada petunjuk baru yang ditemukan.

“Karena tidak ada hasil yang signifikan, operasi pencarian terhadap korban atas nama Michael akhirnya dihentikan,” tambahnya.

Meski demikian, AKP Sukowibowo menegaskan bahwa pihaknya akan tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan penemuan korban di kemudian hari.

Kronologi Tenggelamnya Speedboat

Insiden tragis ini terjadi pada Senin pagi, 9 Desember 2024, sekitar pukul 08.00 WIB. Sebuah speedboat fiber bermesin 40 PK yang berisi enam penumpang tenggelam setelah dihantam angin kencang dan ombak besar di Perairan Kepala Riau, Kecamatan Sugie Besar.

Speedboat tersebut berangkat dari Desa Buluh Patah menuju Kecamatan Moro. Para penumpangnya terdiri dari Sunardi (tekong), Samsuri, Jupriyanto (46), Suhardi (25), Mahendra, dan Michael.

Dari insiden tersebut, Sunardi dan Samsuri berhasil selamat, sementara empat lainnya, yaitu Jupriyanto, Suhardi, Mahendra, dan Samsuri, ditemukan meninggal dunia. Michael, yang merupakan warga Kelurahan Lalang Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung, masih belum ditemukan hingga pencarian resmi dihentikan.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan saat berlayar, terutama di tengah cuaca buruk.

(*)

Ikuti berita lainnya di GOOGLE NEWS

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit
P4MI Karimun Fasilitasi 7 PMI Berangkat Kerja ke Serbia

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun

Berita Terbaru

Petugas PLN melakukan perbaikan terhadap mesin jaringan listrik. Foto: Istimewa/kepriheadline.id

KARIMUN

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:21 WIB