KARIMUN, KepriHeadline.id – Pemerintah Kabupaten Karimun memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Triwulan I Tahun 2026.
Rapat yang berlangsung di Aula Cempaka Putih, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Karimun, Rabu (11/3/2026) itu, dipimpin langsung oleh Bupati Karimun Iskandarsyah dan dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, instansi vertikal, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Dalam arahannya, Bupati Iskandarsyah menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Idul Fitri.
Menurutnya, momentum hari besar keagamaan biasanya diikuti dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok.
“Menjelang Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan permintaan masyarakat. Karena itu, koordinasi TPID harus semakin solid agar distribusi lancar, harga tetap terkendali, dan masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan pokok,” ujar Iskandarsyah.
Berdasarkan paparan TPID, Kabupaten Karimun pada Februari 2026 mencatat inflasi bulanan sebesar 0,01 persen, sementara inflasi tahunan mencapai 4,13 persen. Secara bulanan, kondisi inflasi dinilai relatif terkendali, meskipun secara tahunan masih dipengaruhi sejumlah faktor.
Beberapa di antaranya yakni penyesuaian tarif listrik, kenaikan harga beras, serta pergerakan harga emas global.
Sejumlah komoditas pangan seperti daging ayam ras, ikan kembung, kacang panjang, dan tomat tercatat menjadi penyumbang inflasi bulanan. Hal ini dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Di sisi lain, penurunan harga beberapa komoditas seperti bawang merah, telur ayam ras, dan cabai rawit turut membantu menahan tekanan inflasi di daerah tersebut.
Dalam rapat itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap pelaku usaha agar mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).
Ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan mentolerir praktik penimbunan barang maupun spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat.
Selain itu, seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga kelancaran distribusi barang, stabilitas ekonomi daerah, serta memastikan situasi tetap kondusif selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri.
“Pemkab Karimun berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi daerah. Kita harus memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang, harga tetap stabil, dan kebutuhan pokok tersedia,” kata Iskandarsyah.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Karimun memperkuat sinergi antarinstansi dalam pengendalian inflasi, menjaga kelancaran distribusi barang, serta memastikan stabilitas harga dan pasokan pangan tetap terjaga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







