Pedagang Pasar Sore Puan Maimun Tolak Relokasi, Pasar Sore Terancam Ditiadakan

- Author

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang Pasar Sore Pasar Puan Maimun Tolak Relokasi, Pasar Sore Terancam Ditiadakan

Pedagang Pasar Sore Pasar Puan Maimun Tolak Relokasi, Pasar Sore Terancam Ditiadakan

KARIMUN, KepriHeadline.id – Pedagang Pasar Sore di Pasar Puan Maimun menolak rencana pemindahan lokasi berdagang ke bagian dalam pasar. Penolakan tersebut muncul karena relokasi itu disebut akan membuat seluruh pedagang beroperasi pada pagi hari, sehingga Pasar Sore terancam tidak ada lagi.

Informasi rencana pemindahan itu diketahui para pedagang setelah sejumlah pedagang Pasar Sore dipanggil oleh Perusahaan Daerah (Perusda) selaku pengelola pasar. Pemindahan disebut akan dilakukan antara sebelum atau sesudah Hari Raya Idul Fitri.

“Sudah ada yang dipanggil, namun tidak semua. Kami kebanyakan di sini belum dipanggil oleh Perusda,” kata salah seorang Pedagang Pasar Sore, Joko Haritonang, Kamis (6/2/2026).

Pedagang menyebutkan, jika relokasi tersebut dilakukan, seluruh aktivitas jual beli akan disatukan dan dilaksanakan pada pagi hari di bagian dalam pasar. Artinya, Pasar Sore yang selama ini beroperasi pada sore hari akan ditiadakan.

“Semuanya nanti akan beroperasi pagi. Kami dipindahkan ke bagian belakang, ke dalam pasar. Kalau begitu, Pasar Sore sudah tidak ada lagi. Kalau seperti itu, mau makan apa kami?” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 65 pedagang Pasar Sore yang secara tegas menolak rencana tersebut. Penolakan didasari oleh kekhawatiran lokasi baru yang dinilai tidak strategis serta berpotensi menurunkan pendapatan pedagang.

Menurut para pedagang, keberadaan Pasar Sore memiliki segmen pembeli tersendiri dan berbeda dengan pasar pagi. Jika seluruh pedagang dipindahkan dan diwajibkan beroperasi pagi hari, maka fungsi Pasar Sore akan hilang.

Ia mengatakan, Pasar Sore selama ini hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya para karyawan dan pegawai negeri sipil (PNS) yang baru memiliki waktu berbelanja setelah pulang kerja.

“Pasar sore ini sangat membantu masyarakat yang pulang kerja di sore hari. Kalau semuanya disatukan dan beroperasi pagi, tentu Pasar Sore tidak ada lagi dan masyarakat juga dirugikan,” kata Joko.

Baca Juga :  Banjir Rob Rendam Kawasan Pelabuhan Tanjung Berlian

Joko juga memberikan peringatan kepada Pemerintah Daerah apabila rencana relokasi tetap dilaksanakan tanpa mempertimbangkan aspirasi pedagang. Ia menyebut para pedagang siap melakukan aksi dengan berjualan di fasilitas pemerintah.

“Kalau tetap dipaksakan, kami akan berjualan di Kantor Dinas Bupati Karimun atau di Kediaman Dinas Bupati Karimun. Ini bentuk protes kami,” tegasnya.

Ia berharap Pemerintah Daerah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut serta melibatkan pedagang dalam proses pengambilan keputusan.

“Kami minta ini dikaji ulang. Jangan sampai kebijakan ini justru menghilangkan mata pencaharian pedagang kecil dan menghapus Pasar Sore yang sudah lama ada,” ujarnya.

Hal senada disampaikan pedagang Pasar Sore lainnya, Resdiana Sihotang. Ia meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun tidak memindahkan Pasar Sore yang selama ini menjadi sumber utama penghasilan pedagang.

Resdiana mengaku tidak mengetahui secara jelas rencana pemindahan tersebut karena pihak Perusda sebagai pengelola pasar tidak pernah mengajak para pedagang untuk berdiskusi.

“Kami tidak pernah diajak bicara. Tahu-tahu ada rencana pemindahan. Dari sinilah pendapatan kami. Kalau mau dirapikan, kami sangat mendukung. Tapi kalau ditiadakan, kami menolak,” kata Resdiana.

Para pedagang berharap Pemerintah Daerah dan Perusda dapat membuka ruang dialog sebelum mengambil keputusan, agar kebijakan yang diambil tidak merugikan pedagang kecil serta tetap menjaga fungsi Pasar Sore bagi masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Perusda maupun Pemerintah Daerah belum memberikan keterangan resmi terkait rencana pemindahan dan penghapusan Pasar Sore di Pasar Puan Maimun.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelangkaan LPG 3 Kg Terjadi di Kundur Karimun, Pemda Ungkap Penyebabnya
Lanal Tanjung Balai Karimun Inisiasi Pembersihan Pantai Program Indonesia ASRI
Sengketa Batas Tanah Berujung Penganiayaan, Korban Desak Polisi Usut Peran Pelaku Lain
Paskibra SMPS Muhammadiyah Karimun Ukir Prestasi di Barelang Championship Kepri
Operasi Keselamatan Seligi 2026, Satlantas Polres Karimun Bagikan Helm SNI kepada Pengemudi Ojek
Awal Tahun 2026, Susi Air Kembali Mengudara dari Bandara RHA Karimun, Ini Jadwalnya
Kemendagri Tolak Calon Pertama, Pemkab Karimun Ajukan Opsi Kedua Direktur Perumda Tirta Mulia
14 Hari Operasi Keselamatan Seligi, Polres Karimun Sasar Pelanggaran Lalu Lintas

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:05 WIB

Kelangkaan LPG 3 Kg Terjadi di Kundur Karimun, Pemda Ungkap Penyebabnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:01 WIB

Pedagang Pasar Sore Puan Maimun Tolak Relokasi, Pasar Sore Terancam Ditiadakan

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:32 WIB

Lanal Tanjung Balai Karimun Inisiasi Pembersihan Pantai Program Indonesia ASRI

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:37 WIB

Paskibra SMPS Muhammadiyah Karimun Ukir Prestasi di Barelang Championship Kepri

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:45 WIB

Operasi Keselamatan Seligi 2026, Satlantas Polres Karimun Bagikan Helm SNI kepada Pengemudi Ojek

Berita Terbaru