KARIMUN, KepriHeadline.id – Memperingati Hari Batik Nasional, Komunitas Buka Buku mengajak anak-anak mengenal warisan budaya sekaligus menumbuhkan minat baca melalui kegiatan membatik dan membaca nyaring di kawasan Taman Tepi Danau Karimun, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan yang diikuti anak-anak bersama orang tua itu berlangsung dengan suasana hangat dan interaktif. Selain mengenal seni membatik, peserta diajak menikmati sesi read aloud atau membaca nyaring sebagai upaya menumbuhkan kecintaan terhadap buku sejak dini.

Dalam sesi membatik, anak-anak mendapat pendampingan langsung dari Rima Mulyana, pengrajin batik Karimun dari Molekna Batik Kite. Ia memperkenalkan berbagai peralatan membatik sekaligus menjelaskan tahapan pembuatannya dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.
Tidak sekadar menyimak penjelasan, peserta juga mendapat kesempatan untuk mencoba membatik secara langsung. Pengalaman tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengeksplorasi kreativitas sekaligus mengenal lebih dekat proses pembuatan kain batik.

Bagi Komunitas Buka Buku, kegiatan ini menjadi salah satu cara mengenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda. Batik tidak hanya dipandang sebagai kain tradisional, tetapi juga sebagai warisan budaya yang mengandung nilai sejarah, kreativitas, dan identitas daerah.
Keseruan berlanjut saat anak-anak mengikuti sesi membaca nyaring. Berlian, yang membacakan buku cerita, berhasil menarik perhatian peserta untuk menyimak cerita yang disampaikan.

Suasana semakin interaktif ketika anak-anak merespons cerita dan mengikuti alur bacaan. Melalui kegiatan ini, membaca tidak hanya menjadi aktivitas mengenal kata, tetapi juga pengalaman menyenangkan yang mendorong imajinasi dan rasa ingin tahu anak.

Perpaduan kegiatan membaca dan membatik menghadirkan pengalaman belajar yang beragam. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui buku, tetapi juga belajar melalui praktik seni dan pengenalan budaya.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari perwakilan TP PKK Pokja II Kabupaten Karimun, Hj. Diko Getty Tuerah, S.TP,. Ia menilai kehadiran Komunitas Buka Buku memberikan kontribusi positif dalam mendorong tumbuhnya budaya literasi di tengah masyarakat.

Hj Diko yang juga merupakan founder dan pembina Sekolah Lansia STANIA, sekolah lansia pertama di Karimun, menyampaikan bahwa keterlibatan orang tua menjadi salah satu hal penting dalam membangun kebiasaan membaca di lingkungan keluarga.
“Kehadiran Komunitas Buka Buku sangat bagus di tengah masyarakat Karimun. Anak-anak tidak hanya diajak mengenal buku dan membaca, tetapi orang tua juga ikut dilibatkan sehingga minat terhadap buku dan literasi dapat tumbuh bersama dalam keluarga,” ujarnya.
Menurut dia, gerakan literasi perlu dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, membaca tidak hanya dilakukan di lingkungan pendidikan formal, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas keluarga dan masyarakat.
Apresiasi serupa disampaikan salah satu orang tua peserta, Maya Gistiana. Ia mengaku senang dengan kegiatan yang rutin digelar Komunitas Buka Buku setiap bulan karena memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar sekaligus bermain.
“Kami sangat senang dengan kegiatan Komunitas Buka Buku. Setiap bulan ada kegiatan yang menarik untuk anak-anak. Buku-buku yang dibawa juga bagus dan sesuai dengan usia anak, sehingga anak-anak bisa membaca dengan bebas dan gratis,” ungkap Maya.
Menurut Maya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun kebiasaan membaca sejak dini. Kehadiran buku-buku yang sesuai dengan usia anak juga membuat mereka lebih leluasa memilih bacaan sesuai minat.
Melalui kegiatan ini, Komunitas Buka Buku menunjukkan bahwa literasi dapat dikembangkan melalui beragam pendekatan. Membaca buku, mendengarkan cerita, mengenal budaya, hingga mencoba kegiatan seni dapat menjadi bagian dari proses belajar yang bermakna bagi anak-anak.
Komunitas Buka Buku berharap kegiatan serupa dapat terus menghadirkan ruang belajar yang terbuka dan menyenangkan bagi masyarakat Karimun. Selain menumbuhkan minat baca, kegiatan tersebut diharapkan mampu mempererat keterlibatan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak serta memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.
Dari buku, anak-anak mengenal cerita. Dari batik, mereka belajar budaya. Melalui kegiatan sederhana yang melibatkan keluarga dan masyarakat, kecintaan terhadap literasi dan warisan budaya diharapkan tumbuh sejak dini.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







