KARIMUN, KepriHeadline.id – Pemerintah Kabupaten Karimun menyatakan kehadiran PT Saipem Indonesia Karimun Yard memberikan dampak signifikan bagi perekonomian daerah, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja lokal dan pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Bupati Karimun Iskandarsyah menyampaikan bahwa hingga Februari 2026 perusahaan industri fabrikasi tersebut telah mempekerjakan sebanyak 3.551 tenaga kerja lokal asal Karimun. Jumlah ini setara dengan 64,26 persen dari total pekerja yang ada di perusahaan tersebut.
Menurut dia, dominasi pekerja lokal tersebut tidak hanya membantu menekan angka pengangguran, tetapi juga memberikan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat.
“Data ini menjadi bukti bahwa anak-anak daerah kita mendapat ruang besar untuk bekerja di industri strategis seperti Saipem. Dampaknya langsung terasa terhadap kesejahteraan ribuan keluarga sekaligus menggerakkan sektor UMKM di Karimun,” ujar Iskandarsyah, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan, aktivitas industri yang melibatkan ribuan pekerja telah memicu meningkatnya permintaan barang dan jasa di berbagai sektor ekonomi lokal.
Sejumlah usaha kecil seperti warung makan, jasa katering, laundry, toko kelontong, barbershop, bengkel, hingga transportasi antar-jemput pekerja mengalami peningkatan permintaan secara signifikan.
Selain itu, pelaku usaha lokal juga mulai terlibat dalam rantai pasok perusahaan. Beberapa UMKM Karimun tercatat mendapatkan kontrak rutin untuk memasok berbagai kebutuhan proyek, mulai dari sablon seragam kerja, peralatan keselamatan kerja (K3), jasa transportasi darat dan laut, hingga material pendukung seperti pipa, mur-baut, dan kayu.
Keterlibatan ini, kata Iskandarsyah, turut mendorong UMKM lokal meningkatkan kualitas produk dan standar pelayanan agar mampu memenuhi kebutuhan industri berskala internasional.
“Secara tidak langsung UMKM kita terdorong naik kelas. Mereka belajar menjaga kualitas, ketepatan waktu, dan standar keselamatan kerja. Ini meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal,” katanya.
Dampak lain yang juga dirasakan masyarakat adalah meningkatnya aktivitas di sektor properti dan hunian. Rumah kos, kontrakan, homestay hingga hotel kecil di Karimun mengalami peningkatan tingkat hunian seiring kehadiran pekerja proyek, konsultan, dan vendor dari luar daerah.
Di sisi lain, peluang ekonomi juga terbuka bagi pelaku industri kreatif, seperti penyedia jasa dokumentasi foto dan video, produksi merchandise lokal, hingga kebutuhan branding acara perusahaan.
Kesejahteraan Pekerja
Ketua Serikat Pekerja Saipem, Aryo Prayetno, menilai perusahaan tidak hanya menyediakan lapangan pekerjaan, tetapi juga berkomitmen terhadap peningkatan kesejahteraan pekerja serta pengembangan sumber daya manusia.
Menurut Aryo, perusahaan menerapkan sejumlah kebijakan yang dinilai menguntungkan pekerja, di antaranya peluang pengangkatan karyawan kontrak menjadi karyawan tetap setelah lima tahun masa kerja.
Selain itu, pekerja juga menerima upah yang disebut berada di atas standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) serta menyesuaikan dengan perkembangan inflasi tahunan.
“Perusahaan juga memberikan perlindungan tambahan bagi pekerja kontrak, termasuk hak Tunjangan Hari Raya (THR) meskipun terjadi pemutusan hubungan kerja 30 hari sebelum Idul Fitri,” kata Aryo.
Ia menambahkan, pekerja juga difasilitasi untuk mengikuti berbagai pelatihan dan sertifikasi nasional maupun internasional yang meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal di bidang engineering dan fabrikasi.
Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Karimun di industri global.
Selain itu, perusahaan juga menyediakan fasilitas kesehatan yang komprehensif serta membuka ruang komunikasi antara manajemen dan serikat pekerja untuk memastikan perlindungan hak-hak karyawan.
Jaga Iklim Investasi
Bupati Iskandarsyah menegaskan pemerintah daerah akan terus menjaga iklim investasi yang kondusif agar sektor industri dapat berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, investor, pekerja, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Pemerintah daerah berkomitmen mempermudah birokrasi dan memastikan iklim investasi tetap kondusif. Jika Karimun aman dan harmonis, perusahaan akan nyaman beroperasi dan investasi baru akan terus datang,” ujar Iskandarsyah.
Ia berharap sinergi tersebut dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Karimun dalam jangka panjang.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







