Karimun Mulai Kembangkan Pertanian Lokal, Desa Pangke Karimun Bidik 20 Hektare Sawah pada 2027

- Author

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karimun Mulai Kembangkan Pertanian Lokal, Desa Pangke Karimun Bidik 20 Hektare Sawah pada 2027

Karimun Mulai Kembangkan Pertanian Lokal, Desa Pangke Karimun Bidik 20 Hektare Sawah pada 2027

KARIMUN, KepriHeadline.id – Pemerintah Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, menargetkan perluasan lahan budidaya padi hingga 20 hektare pada 2027. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka saat Pemerintah Kabupaten Karimun bersama Pemerintah Desa Pangke menggelar panen padi sawah dan ladang di Desa Pangke, Sabtu (17/10/2026).

Dalam panen kali ini, lahan seluas 0,25 hektare menghasilkan lebih dari 1 ton gabah. Panen tersebut melanjutkan kegiatan sebelumnya di lahan seluas 0,2 hektare yang telah dilakukan beberapa hari lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole mengapresiasi upaya masyarakat Desa Pangke dalam mengembangkan pertanian padi di wilayah kepulauan. Menurut dia, pemerintah daerah akan mendorong perluasan area tanam agar produksi beras lokal terus meningkat.

“Ke depan ada program penanaman padi untuk cakupan yang lebih luas, sekitar 20 hektare hingga 2027 mendatang,” ujar Rocky saat menghadiri panen padi di Desa Pangke, Sabtu.

Sebagai bentuk dukungan, Rocky mengatakan dirinya bersama Bupati Karimun akan membantu pembukaan lahan seluas 2 hektare yang nantinya dikelola langsung oleh masyarakat Desa Pangke.

Dukungan serupa juga disampaikan Ketua TP-PKK dan Ketua Yayasan Kanker Kabupaten Karimun yang turut menyumbangkan lahan seluas 2 hektare.

Rocky menambahkan, pemerintah daerah akan mendukung pengembangan pertanian padi melalui penyediaan bibit, pupuk, serta peralatan yang dibutuhkan petani.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi sesuatu yang bisa kita perbuat untuk menjaga ketahanan pangan. Dari Pemda Karimun, kami fokus mendukung, baik bibit, pupuk, maupun peralatan yang diperlukan,” katanya.

Menurut Rocky, sejumlah wilayah di Karimun memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sentra pertanian padi. Selain Desa Pangke, Pulau Kundur juga dinilai memiliki karakteristik dan kontur tanah yang mendukung kegiatan budidaya.

Ia menilai, pemanfaatan teknologi pertanian yang tepat serta keterampilan petani menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas lahan.

“Ini tinggal perlu adanya sentuhan teknologi didukung dengan tangan-tangan terampil dari petani kita, sehingga padi bisa tumbuh subur,” tuturnya.

Kepala Desa Pangke Junaidi mengatakan, panen yang dilaksanakan pada Sabtu merupakan panen kedua di wilayah tersebut. Ia menyebutkan, beras hasil produksi petani setempat mendapat respons positif dari masyarakat.

Menurut Junaidi, pesanan beras lokal dari konsumen perorangan telah mencapai hampir 5 ton.

“Sampai hari ini, pesanan perorangan saja sudah hampir 5 ton. Ini menjawab bahwa beras kita tidak kalah kualitasnya dengan beras premium yang ada di pasaran,” kata Junaidi.

Ia menjelaskan, keberhasilan pengembangan padi di Desa Pangke tidak terlepas dari pendampingan intensif Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). Meski pada tahap awal pengolahan lahan petani menghadapi kendala kedalaman lumpur, upaya bersama berbagai pihak akhirnya membuahkan hasil.

Hingga saat ini, total lahan yang telah dipanen mencapai 0,6 hektare yang tersebar di empat titik, terdiri dari area sawah dan ladang. Dalam sepekan terakhir, luas lahan yang dipanen tercatat lebih dari setengah hektare.

Junaidi memperkirakan produktivitas padi dapat mencapai 5–6 ton gabah per hektare. Petani juga menanam varietas padi yang beragam, dengan harga jual yang disebut mencapai sekitar Rp 15.000 per kilogram.

Saat ini, Desa Pangke memiliki potensi area sawah dan ladang seluas 2 hektare yang tersebar di tujuh titik, yakni tiga titik ladang dan empat titik sawah. Adapun total lahan yang telah dibuka mencapai 5 hektare.

Pemerintah Desa Pangke menargetkan perluasan lahan menjadi 10 hektare pada akhir 2026. Luas tersebut direncanakan bertambah 10 hektare lagi pada 2027, sehingga target pengembangan lahan padi mencapai 20 hektare.

Libatkan Lansia, Buka Peluang Ekonomi Warga

Selain mendukung ketahanan pangan, budidaya padi di Desa Pangke juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, termasuk warga lanjut usia (lansia).

Junaidi mengatakan, saat ini terdapat 24 petani aktif yang terlibat dalam pengelolaan lahan pertanian. Kegiatan tersebut turut membuka kesempatan bagi warga lansia untuk tetap produktif dan memperoleh penghasilan.

Ia menyebutkan, jumlah lansia yang merasakan dampak ekonomi dari kegiatan tersebut kini mencapai sekitar 30 orang. Ke depan, pemerintah desa berharap jumlahnya dapat meningkat seiring dengan perluasan lahan pertanian.

“Hal menarik, dari yang tadinya satu orang, saat ini sudah 30 orang lansia kita yang merasakan dampak ekonomi. Target kami, 60 hingga 100 orang lansia bisa terserap bekerja di sini,” ujar Junaidi.

Tak hanya menjadi sumber penghasilan warga, keberadaan sawah dan ladang padi di Desa Pangke juga mulai menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

Menurut Junaidi, lebih dari 400 orang telah datang ke area persawahan Desa Pangke untuk melihat langsung proses budidaya padi di Kabupaten Karimun.

Dengan perluasan lahan yang direncanakan, Desa Pangke diharapkan dapat meningkatkan produksi beras lokal sekaligus mengembangkan pertanian sebagai sumber penghidupan masyarakat dan potensi wisata berbasis pedesaan.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rohis Expo V Karimun Kembali Digelar, Jadi Wadah Kreativitas dan Bentengi Pelajar dari Pergaulan Bebas
Kabut Asap Batasi Jarak Pandang, KSOP Karimun Imbau Kapal Waspada
Karimun Weekend Market Kantongi Sertifikat Hak Cipta
PT Karimun Granite Salurkan Bantuan PPM September 2026 untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Keagamaan
Cegah Penyebaran Penyakit Menular, Kodim 0317/TBK dan BKK Karimun Gelar Skrining TBC dan Tes HIV
PT TIMAH Bantu Warga Sawang Laut Kembangkan Usaha, dari Budidaya Kakap hingga Terasi
PKSB Karimun Turun ke Jalan, Bagikan Ribuan Masker di Tengah Kabut Asap
Korupsi KUR Mikro di Karimun, 3 Orang Jadi Tersangka, Negara Rugi Rp 740 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Karimun Mulai Kembangkan Pertanian Lokal, Desa Pangke Karimun Bidik 20 Hektare Sawah pada 2027

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Rohis Expo V Karimun Kembali Digelar, Jadi Wadah Kreativitas dan Bentengi Pelajar dari Pergaulan Bebas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kabut Asap Batasi Jarak Pandang, KSOP Karimun Imbau Kapal Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Karimun Weekend Market Kantongi Sertifikat Hak Cipta

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:45 WIB

PT Karimun Granite Salurkan Bantuan PPM September 2026 untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Keagamaan

Berita Terbaru

Karimun Weekend Market Kantongi Sertifikat Hak Cipta

KARIMUN

Karimun Weekend Market Kantongi Sertifikat Hak Cipta

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:22 WIB