PT TIMAH Bantu Warga Sawang Laut Kembangkan Usaha, dari Budidaya Kakap hingga Terasi

- Author

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT TIMAH Bantu Warga Sawang Laut Kembangkan Usaha, dari Budidaya Kakap hingga Terasi

PT TIMAH Bantu Warga Sawang Laut Kembangkan Usaha, dari Budidaya Kakap hingga Terasi

KARIMUN, KepriHeadline.id – PT TIMAH (Persero) Tbk terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah operasionalnya melalui berbagai program pemberdayaan.

Salah satunya di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, dengan mengembangkan potensi lokal menjadi peluang usaha bagi masyarakat.

Program pemberdayaan yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir mencakup berbagai sektor, mulai dari budidaya perikanan, peternakan, pengolahan hasil laut, pertanian hidroponik, hingga pengelolaan sampah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal, mengatakan dukungan PT TIMAH turut membantu masyarakat dalam memenuhi sejumlah kebutuhan sekaligus membuka peluang usaha baru.

Menurut dia, salah satu persoalan yang masih dihadapi warga adalah keterbatasan air bersih saat musim kemarau, terutama di Dusun I, RT 03 dan RT 04.

“Kalau musim kemarau, masyarakat di Dusun I, terutama RT 03 dan RT 04, memang kewalahan dengan air. Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka memanfaatkan sumur bor dari program pemerintah,” ujar Jefrizal.

Selain membantu masyarakat menghadapi kebutuhan dasar, PT TIMAH juga mendorong pengembangan usaha berbasis potensi desa agar warga memiliki keterampilan dan sumber pendapatan tambahan.

Sejumlah program yang dikembangkan di Desa Sawang Laut antara lain budidaya ikan kakap putih oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tuah Bersatu, usaha ayam petelur, pengolahan terasi, budidaya hidroponik, serta pengembangan bank sampah pada 2025.

PT TIMAH juga memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat, termasuk pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), serta pembangunan fasilitas yang menjadi bagian dari identitas desa, seperti Tugu Simpang Tanjak.

Jefrizal menuturkan, program-program tersebut mulai memberikan manfaat bagi masyarakat. Warga mendapatkan kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru sekaligus mengembangkan potensi yang tersedia di lingkungan mereka.

Pada program hidroponik, misalnya, hasil budidaya sudah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga. Sementara itu, kelompok budidaya ikan kakap putih dan pengolahan terasi memperoleh pengetahuan serta pengalaman untuk mengembangkan usaha.

“Alhamdulillah, masyarakat sudah mulai merasakan manfaatnya. Mereka mendapatkan ilmu dan keterampilan baru. Kegiatan ini setidaknya bisa menjadi usaha sampingan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Jefrizal berharap kerja sama dengan PT TIMAH dapat terus berlanjut agar program pemberdayaan semakin sesuai dengan kebutuhan warga dan mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Ia juga berharap perusahaan dapat memperluas dukungan di bidang pendidikan, terutama melalui program beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu hingga jenjang perguruan tinggi.

Menurut Jefrizal, kesempatan mengenyam pendidikan tinggi penting agar generasi muda di desa memiliki peluang yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Kami berharap ada program beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya untuk melanjutkan pendidikan hingga tingkat kuliah. Kami ingin anak-anak di desa juga memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.

KWT Lanjut Lestari Kembangkan Terasi Belacan Cinta

Manfaat program pemberdayaan PT TIMAH juga dirasakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Lanjut Lestari di Desa Sawang Laut. Kelompok ini mengolah udang rebon menjadi terasi yang dipasarkan dengan merek Belacan Cinta.

Ketua KWT Lanjut Lestari, Susilawati, mengatakan kelompoknya terbentuk berkat dukungan PT TIMAH. KWT Lanjut Lestari juga merupakan kelompok binaan Pokdakan Tuah Bersatu yang mendapat pembinaan dari perusahaan tersebut.

Menurut Susilawati, program pemberdayaan itu membantu kelompok perempuan mengembangkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha berbasis hasil laut setempat.

Sebelum mendapat pelatihan, anggota kelompok belum memiliki pengetahuan yang memadai untuk mengolah udang rebon menjadi terasi. Setelah memperoleh pendampingan, mereka kini mampu memproduksi terasi secara mandiri.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Awalnya kami tidak tahu cara membuat belacan, tapi setelah diberikan pelatihan, sekarang kami sudah bisa memproduksi sendiri,” kata Susilawati.

Ia menjelaskan, udang rebon merupakan salah satu potensi hasil laut yang cukup banyak ditemukan di wilayah mereka. Potensi tersebut kemudian dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual.

Melalui pembinaan bersama Pokdakan Tuah Bersatu, anggota kelompok belajar mengolah udang rebon menjadi terasi yang dapat dipasarkan kepada masyarakat.

“Di tempat kami banyak potensi udang rebon. Dari situ kami dibina PT TIMAH bersama Pokdakan untuk mengolahnya menjadi terasi. Sekarang sudah jadi produk yang bisa dijual,” ujarnya.

Dukungan perusahaan tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga penyediaan sarana dan prasarana produksi. PT TIMAH membantu pembangunan rumah produksi serta menyediakan peralatan dan mesin untuk pembuatan terasi.

“Dukungan dari PT TIMAH sangat besar, mulai dari alat produksi, mesin, sampai dibangunkan tempat produksi. Kami benar-benar didukung penuh,” ungkap Susilawati.

Pengembangan usaha terasi Belacan Cina menjadi salah satu contoh pemanfaatan potensi lokal untuk menciptakan nilai tambah ekonomi. Melalui keterampilan pengolahan hasil laut dan dukungan sarana produksi, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan serta memperkuat perekonomian keluarga.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karimun Mulai Kembangkan Pertanian Lokal, Desa Pangke Karimun Bidik 20 Hektare Sawah pada 2027
Rohis Expo V Karimun Kembali Digelar, Jadi Wadah Kreativitas dan Bentengi Pelajar dari Pergaulan Bebas
Kabut Asap Batasi Jarak Pandang, KSOP Karimun Imbau Kapal Waspada
Karimun Weekend Market Kantongi Sertifikat Hak Cipta
PT Karimun Granite Salurkan Bantuan PPM September 2026 untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Keagamaan
Cegah Penyebaran Penyakit Menular, Kodim 0317/TBK dan BKK Karimun Gelar Skrining TBC dan Tes HIV
PKSB Karimun Turun ke Jalan, Bagikan Ribuan Masker di Tengah Kabut Asap
Korupsi KUR Mikro di Karimun, 3 Orang Jadi Tersangka, Negara Rugi Rp 740 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Karimun Mulai Kembangkan Pertanian Lokal, Desa Pangke Karimun Bidik 20 Hektare Sawah pada 2027

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Rohis Expo V Karimun Kembali Digelar, Jadi Wadah Kreativitas dan Bentengi Pelajar dari Pergaulan Bebas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kabut Asap Batasi Jarak Pandang, KSOP Karimun Imbau Kapal Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Karimun Weekend Market Kantongi Sertifikat Hak Cipta

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:45 WIB

PT Karimun Granite Salurkan Bantuan PPM September 2026 untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Keagamaan

Berita Terbaru

Karimun Weekend Market Kantongi Sertifikat Hak Cipta

KARIMUN

Karimun Weekend Market Kantongi Sertifikat Hak Cipta

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:22 WIB