KARIMUN, KepriHeadline.id – Kabupaten Karimun mencatatkan inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) terendah di Provinsi Kepulauan Riau pada Juli 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 3 Agustus 2026, inflasi y-on-y Karimun berada di angka 2,95 persen, lebih rendah dibandingkan Kota Batam yang mencapai 4,33 persen dan Kota Tanjungpinang sebesar 4,62 persen.
Capaian tersebut menjadi indikator terkendalinya harga barang dan jasa di Karimun sepanjang Juli 2026. Sementara secara nasional, inflasi tahunan tercatat sebesar 2,88 persen.
Selain inflasi tahunan yang relatif rendah, Kabupaten Karimun juga mengalami deflasi bulanan (month-to-month/m-to-month) sebesar 0,12 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya penurunan harga pada sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat selama Juli 2026.
Data BPS juga mencatat inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) Kabupaten Karimun berada di angka 0,22 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,55.
Bupati Karimun, Ing H. Iskandarsyah, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga, mulai dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), organisasi perangkat daerah, Satgas Pangan hingga pelaku distribusi.
“Deflasi yang terjadi pada Juli menunjukkan program pengendalian inflasi, ketahanan pangan, dan operasi pasar yang selama ini dijalankan memberikan hasil positif. Penurunan harga sejumlah komoditas seperti sawi hijau, cabai merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras ikut membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat,” kata Iskandarsyah.
Menurut dia, pemerintah daerah akan terus memperkuat pengawasan terhadap distribusi barang agar pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga dan tidak memicu lonjakan harga.
Sementara itu, Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole menegaskan pemerintah akan mempertahankan tren positif tersebut melalui berbagai langkah strategis, termasuk memperkuat produksi komoditas hortikultura lokal.
Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah sekaligus menjaga stabilitas harga dalam jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Karimun juga memastikan pemantauan terhadap komoditas yang rentan mengalami fluktuasi harga akan terus dilakukan, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan iklim investasi di Kabupaten Karimun semakin kondusif.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







