Dua Nelayan Desa Semembang yang Dikabarkan Hilang, Ditemukan di Pulau Hutan Sumatera

- Author

Kamis, 20 Maret 2025 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret nelayan saat melaut di Perairan Karimun. Foto: Ilustrasi Kepriheadline.id

Potret nelayan saat melaut di Perairan Karimun. Foto: Ilustrasi Kepriheadline.id

Karimun, KepriHeadline.id – Dua nelayan Desa Semembang, Kecamatan Durai yang dikabarkan hilang setelah pergi melaut di Perairan Pulau Buaya, Kabupaten Lingga ditemukan dalam kondisi selamat, Kamis, 11.30 WIB.

Kedua nelayan, Hasan dam Haris itu ditemukan oleh nelayan Pulau Hutan Sumatera Kecamatan Kateman Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Keduanya, dikonfirmasi dalam keadaan selamat.

Kasat Polairud Polres Karimun IPTU Sarianto mengatakan, dua nelayan Desa Semembang yang sebelumnya dikabarkan hilang saat melaut telah berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

“Alhamdulillah, keduanya selamat dan sudah dijemput oleh rekan-rekannya,” kata AKP Sarianto.

Ia mengatakan, penyebab hilangnya kedua nelayan tersebut adalah karena perahu yang mereka gunakan kehabisan bahan bakar saat cuaca buruk pada Rabu, 19 Maret 2025. Akibatnya, perahu mereka hanyut hingga ke perairan Pulau Hutan Sumatera.

“Kapal kehabisan BBM,sehingga hanyut sampai ke Pulau Hutan Sumatra,” katanya.

Menyikapi kejadian ini, AKP Sarianto mengimbau seluruh nelayan untuk selalu berhati-hati saat melaut, terutama saat kondisi cuaca tidak bersahabat. Ia juga menekankan pentingnya membawa perlengkapan keselamatan dan alat komunikasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Selalu hati-hati, saat ini cuaca sangat ekstrem. Jika tidak memungkinkan, jangan melaut, utamakan keselamatan,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Dua nelayan dari Desa Semembang, Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun, dilaporkan hilang setelah tidak kembali melaut sejak Rabu dini hari, 19 Maret 2025.

Kedua nelayan tersebut, Hasan dan Haris, berangkat melaut sekitar pukul 04.00 WIB dan seharusnya diperkirakan akan kembali pada pukul 15.00 WIB.

Akan tetapi, hingga Kamis pagi, 20 Maret 2025, kedua nelayan yang menggunakan pompong bermesin 2 GT tersebut tidak juga kembali.

Kapolsek Moro AKP Sukowibowo dikonfirmasi soal dua nelayan Desa Semembang itu hilang, membenarkan perihal tersebut.

“Iya benar, sampai saat ini belum kembali,” kata AKP Sukowibowo.

Ia mengatakan, berdasarkan keterangan dari rekan-rekannya, kedua nelayan itu biasanya melaut ke Perairan Pulau Buaya, Kabupaten Lingga.

(*)

Ikuti berita lainnya di GOOGLE NEWS

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit
P4MI Karimun Fasilitasi 7 PMI Berangkat Kerja ke Serbia

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun

Berita Terbaru

Petugas PLN melakukan perbaikan terhadap mesin jaringan listrik. Foto: Istimewa/kepriheadline.id

KARIMUN

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:21 WIB