KARIMUN, KepriHeadline.id – Polres Karimun, Polda Kepulauan Riau, memperkuat upaya pencegahan kasus bunuh diri setelah dua peristiwa dugaan bunuh diri terjadi di wilayah Kabupaten Karimun pada Kamis (10/9/2026).
Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani mengatakan, pencegahan perlu dilakukan melalui pendekatan sosial dan penguatan kepedulian terhadap kondisi warga.
Menurut Yunita, masyarakat yang sedang menghadapi persoalan berat, baik masalah keluarga, tekanan ekonomi maupun beban psikologis, diharapkan tidak mengambil keputusan yang membahayakan diri.
“Persoalan yang berat perlu dihadapi dengan mencari bantuan, baik dari keluarga maupun pihak profesional, bukan dengan mengakhiri kehidupan,” kata Yunita, Jumat (11/9/2026).
Ia mengatakan, seseorang yang mengalami tekanan psikologis atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri membutuhkan dukungan dan pendampingan.
Karena itu, Yunita meminta masyarakat tidak ragu untuk mencari bantuan kepada keluarga, tenaga kesehatan, psikolog, psikiater, maupun pihak lain yang dapat memberikan pendampingan.
Perkuat peran Bhabinkamtibmas
Polres Karimun juga mendorong penguatan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Menurut Yunita, kedekatan Bhabinkamtibmas dengan warga diharapkan dapat membantu mendeteksi persoalan sosial maupun kondisi psikologis masyarakat sejak dini.
“Kami tidak hanya sekadar memberikan informasi, tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sehingga mereka merasa nyaman untuk berbagi masalah,” ujar Yunita.
Ia menegaskan, pencegahan bunuh diri bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian.
Dukungan keluarga, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta berbagai pihak yang berada di lingkungan warga dinilai sangat penting.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah,” tegasnya.
Dua peristiwa dalam sehari
Imbauan tersebut disampaikan setelah dua peristiwa dugaan bunuh diri terjadi di wilayah berbeda di Kabupaten Karimun pada Kamis (10/9/2026).
Peristiwa pertama terjadi di Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, sekitar pukul 05.00 WIB.
Seorang pria berinisial YA (40) ditemukan meninggal dunia di kediamannya.
Berdasarkan informasi awal kepolisian, YA diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sebelumnya pernah mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa kedua terjadi di Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, sekitar pukul 02.00 WIB.
Seorang pria lanjut usia berinisial B (80) ditemukan meninggal dunia di rumahnya.
Dari keterangan awal yang dihimpun kepolisian, B diduga mengalami tekanan psikologis yang berkaitan dengan penyakit menahun yang telah lama dideritanya.
Kedua peristiwa tersebut menjadi perhatian Polres Karimun untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan kesehatan mental dan tekanan kehidupan yang dialami masyarakat.
Jangan hadapi masalah seorang diri
Yunita mengingatkan masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan kondisi orang-orang di sekitarnya.
Jika ada keluarga, teman, atau tetangga yang menunjukkan tanda-tanda mengalami tekanan berat atau mengungkapkan keinginan untuk menyakiti diri, masyarakat diminta tidak menghakimi maupun menganggap remeh kondisi tersebut.
Orang yang sedang berada dalam krisis sebaiknya didengarkan dan didampingi. Jika kondisinya membahayakan, jangan dibiarkan seorang diri dan segera cari bantuan profesional.
Masyarakat juga dapat meminta bantuan ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit terdekat maupun berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.
“Perkuat keimanan dan kepedulian. Mari saling memperhatikan kondisi psikologis keluarga, kerabat maupun tetangga di sekitar kita,” pesan Yunita.
Menurut dia, membangun komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga dan masyarakat merupakan salah satu langkah penting agar seseorang yang sedang menghadapi persoalan tidak merasa sendirian.
Polres Karimun berharap keterlibatan berbagai elemen masyarakat dapat memperkuat sistem pencegahan sehingga warga yang membutuhkan pertolongan dapat memperoleh dukungan sedini mungkin.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







