Dua Kasus Dugaan Bunuh Diri Terjadi di Karimun, Kapolres Dorong Penguatan Peran Bhabinkamtibmas

- Author

Jumat, 11 September 2026 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dana Hibah Rp4,4 Miliar Disorot, Kapolres Karimun Klarifikasi

Dana Hibah Rp4,4 Miliar Disorot, Kapolres Karimun Klarifikasi

KARIMUN, KepriHeadline.id – Polres Karimun, Polda Kepulauan Riau, memperkuat upaya pencegahan kasus bunuh diri setelah dua peristiwa dugaan bunuh diri terjadi di wilayah Kabupaten Karimun pada Kamis (10/9/2026).

Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani mengatakan, pencegahan perlu dilakukan melalui pendekatan sosial dan penguatan kepedulian terhadap kondisi warga.

Menurut Yunita, masyarakat yang sedang menghadapi persoalan berat, baik masalah keluarga, tekanan ekonomi maupun beban psikologis, diharapkan tidak mengambil keputusan yang membahayakan diri.

“Persoalan yang berat perlu dihadapi dengan mencari bantuan, baik dari keluarga maupun pihak profesional, bukan dengan mengakhiri kehidupan,” kata Yunita, Jumat (11/9/2026).

Ia mengatakan, seseorang yang mengalami tekanan psikologis atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri membutuhkan dukungan dan pendampingan.

Karena itu, Yunita meminta masyarakat tidak ragu untuk mencari bantuan kepada keluarga, tenaga kesehatan, psikolog, psikiater, maupun pihak lain yang dapat memberikan pendampingan.

Perkuat peran Bhabinkamtibmas

Polres Karimun juga mendorong penguatan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Menurut Yunita, kedekatan Bhabinkamtibmas dengan warga diharapkan dapat membantu mendeteksi persoalan sosial maupun kondisi psikologis masyarakat sejak dini.

“Kami tidak hanya sekadar memberikan informasi, tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sehingga mereka merasa nyaman untuk berbagi masalah,” ujar Yunita.

Ia menegaskan, pencegahan bunuh diri bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian.

Dukungan keluarga, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta berbagai pihak yang berada di lingkungan warga dinilai sangat penting.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah,” tegasnya.

Dua peristiwa dalam sehari

Imbauan tersebut disampaikan setelah dua peristiwa dugaan bunuh diri terjadi di wilayah berbeda di Kabupaten Karimun pada Kamis (10/9/2026).

Peristiwa pertama terjadi di Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, sekitar pukul 05.00 WIB.

Seorang pria berinisial YA (40) ditemukan meninggal dunia di kediamannya.

Berdasarkan informasi awal kepolisian, YA diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sebelumnya pernah mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa kedua terjadi di Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, sekitar pukul 02.00 WIB.

Seorang pria lanjut usia berinisial B (80) ditemukan meninggal dunia di rumahnya.

Dari keterangan awal yang dihimpun kepolisian, B diduga mengalami tekanan psikologis yang berkaitan dengan penyakit menahun yang telah lama dideritanya.

Kedua peristiwa tersebut menjadi perhatian Polres Karimun untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan kesehatan mental dan tekanan kehidupan yang dialami masyarakat.

Jangan hadapi masalah seorang diri

Yunita mengingatkan masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan kondisi orang-orang di sekitarnya.

Jika ada keluarga, teman, atau tetangga yang menunjukkan tanda-tanda mengalami tekanan berat atau mengungkapkan keinginan untuk menyakiti diri, masyarakat diminta tidak menghakimi maupun menganggap remeh kondisi tersebut.

Orang yang sedang berada dalam krisis sebaiknya didengarkan dan didampingi. Jika kondisinya membahayakan, jangan dibiarkan seorang diri dan segera cari bantuan profesional.

Masyarakat juga dapat meminta bantuan ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit terdekat maupun berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.

“Perkuat keimanan dan kepedulian. Mari saling memperhatikan kondisi psikologis keluarga, kerabat maupun tetangga di sekitar kita,” pesan Yunita.

Menurut dia, membangun komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga dan masyarakat merupakan salah satu langkah penting agar seseorang yang sedang menghadapi persoalan tidak merasa sendirian.

Polres Karimun berharap keterlibatan berbagai elemen masyarakat dapat memperkuat sistem pencegahan sehingga warga yang membutuhkan pertolongan dapat memperoleh dukungan sedini mungkin.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit
P4MI Karimun Fasilitasi 7 PMI Berangkat Kerja ke Serbia
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun

Berita Terbaru

Petugas PLN melakukan perbaikan terhadap mesin jaringan listrik. Foto: Istimewa/kepriheadline.id

KARIMUN

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:21 WIB