Bupati Karimun Resmikan Jembatan Tok Kenot, Buka Akses Darat dan Dorong Ekonomi Pulau Belat

- Author

Senin, 27 April 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Karimun Resmikan Jembatan Tok Kenot, Buka Akses Darat dan Dorong Ekonomi Pulau Belat

Bupati Karimun Resmikan Jembatan Tok Kenot, Buka Akses Darat dan Dorong Ekonomi Pulau Belat

KARIMUN, KepriHeadline.id – Bupati Karimun, Iskandarsyah, meresmikan Jembatan Tok Kenot yang menghubungkan Desa Tebias dan Desa Sungai Asam, Kecamatan Belat, Senin (27/4/2026).

Peresmian ini menandai berakhirnya keterisolasian wilayah sekaligus membuka akses darat bagi masyarakat di Pulau Belat.

Jembatan Tok Kenot menjadi infrastruktur strategis yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, terutama dalam mendukung aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat setempat.

“Hari ini kami meninjau sekaligus meresmikan penggunaan Jembatan Tok Kenot. Manfaatnya sangat besar, terutama bagi anak-anak sekolah dan masyarakat yang hendak menuju Tanjung Balai Karimun melalui pelabuhan. Kini akses darat sudah tersedia,” ujar Iskandarsyah.

Selama ini, masyarakat Pulau Belat bergantung pada transportasi laut untuk beraktivitas, termasuk pelajar yang harus menyeberang demi melanjutkan pendidikan.

Pemkab Siapkan Anggaran Rp2 Miliar untuk Akses Jalan

Pemerintah Kabupaten Karimun juga menyiapkan langkah lanjutan guna memaksimalkan fungsi jembatan tersebut. Bupati menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera membangun jalan penghubung dari ujung jembatan menuju jalan poros Sungai Asam.

Pemkab Karimun mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar pada tahun berjalan untuk pembangunan jalan tersebut. Saat ini, proyek masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) oleh konsultan.

Pembangunan fisik akan segera dilakukan setelah seluruh tahapan perencanaan dan administrasi rampung.

Permudah Akses Pendidikan dan Aktivitas Sosial

Kehadiran jembatan ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama pelajar. Salah satu siswi SMP setempat, Nurfala Akegaralian, mengaku kini memiliki akses yang lebih mudah dan terjangkau untuk melanjutkan pendidikan.

Sebelumnya, pelajar harus menyeberang menggunakan transportasi laut dengan biaya cukup besar untuk bersekolah di luar wilayah. Kini, mereka dapat memanfaatkan akses darat menuju sekolah di Kecamatan Belat menggunakan kendaraan roda dua.

Selain itu, jembatan ini juga memperlancar interaksi sosial antarwarga di Pulau Belat, termasuk wilayah Sungai Asam, Sebele, dan Penarah. Ketergantungan terhadap transportasi laut seperti sampan dan pompong pun mulai berkurang.

Mobilitas masyarakat untuk kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk lomba Pramuka dan gerak jalan, kini menjadi lebih efisien.

Simbol Perubahan bagi Desa

Kepala Desa Sungai Asam, Marsudi S.Pd, menyebut Jembatan Tok Kenot sebagai simbol perubahan besar bagi masyarakat desa.

Menurut dia, sebelumnya akses transportasi sangat terbatas karena hanya mengandalkan jalur laut. Bahkan, kondisi infrastruktur dasar di desa masih minim.

“Perubahan ini adalah hasil perjuangan panjang masyarakat bersama pemerintah. Kini desa kami mulai bergerak menuju kemajuan,” ujarnya.

Dengan hadirnya jembatan dan rencana pembangunan jalan lanjutan, Pemerintah Kabupaten Karimun optimistis konektivitas wilayah akan semakin baik, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Pulau Belat.

Peresmian tersebut turut dihadiri anggota DPRD Karimun, jajaran OPD terkait, Camat Belat, serta kepala desa dari Sungai Asam dan Tebias.

(*)

 

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau
PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:52 WIB

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun

Berita Terbaru

Kapal SB Satria 18 bersandar di Pelabuhan Rakyat Sri Tanjung Gelam Karimun. FOTO: RR/Kepriheadline.id

KARIMUN

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:52 WIB