Bareskrim Polri Bongkar Modus Penyelundupan 237 Ribu Benih Lobster Senilai Rp 23,8 Miliar

- Author

Kamis, 17 Oktober 2024 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bareskrim Polri Bongkar Modus Penyelundupan 237 Ribu Benih Lobster Senilai Rp 23,8 Miliar. Foto: ricky/kepriheadline.id

Bareskrim Polri Bongkar Modus Penyelundupan 237 Ribu Benih Lobster Senilai Rp 23,8 Miliar. Foto: ricky/kepriheadline.id

KepriHeadline.id – Tim gabungan Bareskrim Mabes Polri bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau dan Lantamal IV TNI Angkatan Laut berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 237.305 ekor benih lobster ilegal di perairan Pulau Berakit, Bintan.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Nunung Syaifuddin menjelaskan bahwa benih lobster yang akan diselundupkan tersebut berasal dari sejumlah daerah di pesisir selatan Pulau Jawa, bukan dari Kepulauan Riau.

Menurutnya, wilayah sumber benih lobster tersebut meliputi Banyuwangi, Pangandaran, Banten, serta Jambi dan sebagian dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Asal-usul benih lobster ini bukan dari Kepulauan Riau, melainkan dari pantai selatan Pulau Jawa. Daerah-daerah seperti Banyuwangi, Pangandaran, Banten, dan Jambi menjadi titik pengumpulan, bahkan sebagian juga berasal dari NTB,” ujar Brigjen Nunung dalam konferensi pers yang digelar di kantor DJBC Khusus Kepri, pada Kamis, 17 Oktober 2024.

Nunung menjelaskan lebih lanjut mengenai modus operandi yang digunakan para pelaku. Mereka terlebih dahulu mengumpulkan benih-benih lobster dari beberapa daerah, kemudian dikemas di lokasi tertentu sebelum akhirnya dikirim ke luar negeri, tepatnya ke Malaysia.

“Seluruh benih lobster ini dikumpulkan di satu titik, dikemas rapi, lalu direncanakan untuk dikirim keluar negeri. Saat operasi pada 14 Oktober 2024, tim gabungan kami berhasil mengamankan pengiriman ini di tengah perjalanan,” katanya.

Operasi ini sendiri bukanlah tindakan spontan. Nunung mengungkapkan bahwa pihak kepolisian dan tim gabungan telah melakukan penyelidikan intensif selama dua bulan sebelum melakukan penangkapan.

“Penyelidikan dan pengintaian sudah kami lakukan sejak dua bulan lalu, di berbagai titik di daratan. Dari hasil penyelidikan tersebut, kami berhasil menemukan 237.305 benih lobster, dengan nilai taksiran sekitar Rp 23,8 miliar,” ujar Nunung.

Ia menyebutkan, operasi penyelundupan ini juga dilakukan dengan cara yang cukup canggih. Para pelaku menggunakan kapal cepat atau High-Speed Craft (HSC) untuk membawa benih lobster keluar dari wilayah Indonesia, dengan harapan dapat menghindari pemeriksaan petugas keamanan di laut.

“Kapal cepat sengaja digunakan agar lebih sulit dideteksi oleh petugas, tetapi kami tetap berhasil mengejarnya,” ungkap Nunung.

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan pengejaran terhadap beberapa pelaku yang masih buron, termasuk nahkoda kapal cepat. Identitas nahkoda telah diketahui, dan proses pengejaran sedang berlangsung.

“Kami telah mengidentifikasi nahkoda kapal cepat yang terlibat dalam kasus ini, dan saat ini dalam proses pengejaran. Sementara itu, pembeli benih lobster ilegal ini diketahui berada di luar negeri,” katanya.

Kasus penyelundupan benih lobster ini tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi negara, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem laut Indonesia, mengingat benih lobster merupakan komoditas penting yang seharusnya dilindungi dan dikelola dengan baik.

(*)

Ikuti berita lainnya di GOOGLE NEWS

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau
PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:52 WIB

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun

Berita Terbaru

Kapal SB Satria 18 bersandar di Pelabuhan Rakyat Sri Tanjung Gelam Karimun. FOTO: RR/Kepriheadline.id

KARIMUN

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:52 WIB