Bandara RHA Karimun Disiapkan Jadi Feeder Penerbangan Komersial, Bidik Rute Tanjungpinang–Pekanbaru

- Author

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bandara RHA Karimun M Subiat membuka pagelaran Karimun Weekend Market 2025. FOTO: mr.pai/inikarimun

Kepala Bandara RHA Karimun M Subiat membuka pagelaran Karimun Weekend Market 2025. FOTO: mr.pai/inikarimun

KARIMUN, KepriHeadline.id – Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun terus mempersiapkan diri untuk meningkatkan konektivitas udara di wilayah Kepulauan Riau. Salah satu strategi yang tengah didorong adalah menjadikan Bandara RHA sebagai feeder atau pengumpan bagi rute penerbangan komersial yang menghubungkan Kepulauan Riau dengan Pekanbaru, Riau.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Raja Haji Abdullah Karimun, M. Subiat Wiranata Kusuma, mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi dan melakukan pertemuan intensif dengan sejumlah maskapai penerbangan guna membuka peluang rute baru dari dan menuju Karimun.

Menurut Subiat, salah satu maskapai yang telah diajak berdiskusi adalah Wings Air. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah opsi rute penerbangan telah dibahas, meski hingga kini belum tercapai kesepakatan final terkait rute yang akan dioperasikan.

“Kami sudah melakukan pertemuan intensif dengan beberapa maskapai. Salah satunya Wings Air yang telah menyampaikan beberapa alternatif rute penerbangan. Namun, sampai saat ini masih dilakukan pembahasan lebih lanjut terkait aspek komersial dan potensi pasar,” kata Subiat.

Ia menjelaskan, Bandara RHA diarahkan untuk mengadopsi konsep hub and spoke, di mana Karimun berperan sebagai daerah pengumpan (spoke), sementara Pekanbaru menjadi pusat konektivitas (hub).

Dalam skema tersebut, rute yang dinilai paling potensial adalah penerbangan yang menghubungkan Tanjungpinang–Karimun–Pekanbaru. Rute ini diharapkan mampu melayani kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas pemerintahan dan sektor industri yang berkembang di Kabupaten Karimun.

“Harapan kami, rute ini dapat menjadi solusi konektivitas udara yang efektif karena mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha di Karimun,” ujarnya.

Selain menjajaki kerja sama dengan Wings Air, pihak Bandara RHA juga berencana melakukan pembahasan dengan Citilink dalam waktu dekat. Maskapai tersebut dinilai memiliki armada yang sesuai dengan kondisi landasan pacu Bandara RHA saat ini.

Subiat mengungkapkan, Citilink memiliki sejumlah pesawat ATR 72 yang saat ini sedang menjalani perawatan dan dijadwalkan kembali beroperasi pada Juni 2026.

“Dalam waktu dekat kami akan berdiskusi dengan Citilink. Mereka menyampaikan bahwa enam pesawat ATR yang sedang menjalani perawatan akan selesai pada Juni 2026, dan salah satunya berpotensi ditempatkan untuk mendukung operasional di Karimun,” katanya.

Saat ini Bandara Raja Haji Abdullah Karimun memiliki landasan pacu sepanjang 1.700 meter yang mampu melayani operasional pesawat jenis ATR 72. Ke depan, pemerintah berencana memperpanjang runway hingga mencapai 2.000 sampai 2.200 meter.

Apabila pengembangan tersebut terealisasi, Bandara RHA akan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk melayani pesawat berbadan sedang seperti Airbus maupun Boeing. Kondisi ini diyakini akan membuka peluang rute penerbangan baru sekaligus memperkuat posisi Karimun sebagai salah satu gerbang transportasi udara strategis di wilayah Kepulauan Riau.

Dengan peningkatan konektivitas udara dan dukungan maskapai penerbangan, Bandara RHA diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan mobilitas penumpang, investasi, dan aktivitas perdagangan antardaerah.

(*)

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belum Berproduksi, PT AAP Bedah Rumah Warga dan Bagikan 29 Paket Sembako di Karimun
KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau
PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Belum Berproduksi, PT AAP Bedah Rumah Warga dan Bagikan 29 Paket Sembako di Karimun

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:52 WIB

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Berita Terbaru

Kapal SB Satria 18 bersandar di Pelabuhan Rakyat Sri Tanjung Gelam Karimun. FOTO: RR/Kepriheadline.id

KARIMUN

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:52 WIB