Anak 10 Tahun di Tanjungbatu Kecil Meninggal Dunia Akibat DBD

- Author

Senin, 21 April 2025 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi DBD. Foto: Hello Sehat

Ilustrasi DBD. Foto: Hello Sehat

Karimun, KepriHeadline.id – Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun asal Tanjungbatu Kecil, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, meninggal dunia akibat terinfeksi Demam Berdarah Dengue (DBD).

Korban menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu, 20 April 2025, setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Muhammad Sani.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat perjalanan ke Pulau Karimun Besar dan diduga terinfeksi saat berada di wilayah tersebut.

“Korban memang kerap bepergian ke Pulau Karimun Besar. Berdasarkan penelusuran kami, kemungkinan besar ia terjangkit di sana, mengingat di Tanjungbatu Kecil sendiri belum ditemukan kasus DBD sebelumnya,” jelas Rachmadi, Senin, 21 April 2025

Korban diketahui dirawat di RSUD Muhammad Sani sejak Kamis, 17 April 2025. Namun, setelah menjalani perawatan selama tiga hari, kondisi korban semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Rachmadi mengatakan, meninggalnya anak tersebut diduga karena lambatnya penanaganan dari orang tuanya.

“Orang tua korban terlambat membawa anaknya ke fasilitas kesehatan. Akibatnya, penanganan tidak bisa dilakukan secara maksimal,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Karimun berencana melakukan pengasapan (fogging) dan penyebaran bubuk abate untuk menekan risiko penyebaran DBD, khususnya di daerah yang terindikasi rawan.

“Secara umum, kasus DBD tahun ini menunjukkan tren penurunan, dengan puncaknya terjadi pada Januari. Namun kami tetap waspada dan akan melakukan tindakan pencegahan, salah satunya melalui penebaran abate,” katanya.

“Untuk fogging, masih kami upayakan karena terkendala pada anggaran BBM,” terang Rachmadi.

Pihaknya mengaku sudah menyurati SPBU untuk permintaan sistem cashbon, namun hingga kini belum mendapat respon positif.

“SPBU hanya menerima pembayaran tunai, sementara kita belum punya anggaran untuk itu,” tambahnya.

Rachmadi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap gejala DBD dan segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun.

(*)

Ikuti berita lainnya di GOOGLE NEWS

Penulis : Ricky Robian Syah

Editor : Ricky Robian Syah

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit
P4MI Karimun Fasilitasi 7 PMI Berangkat Kerja ke Serbia

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun

Berita Terbaru

Petugas PLN melakukan perbaikan terhadap mesin jaringan listrik. Foto: Istimewa/kepriheadline.id

KARIMUN

Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:21 WIB