Mahasiswa KKN Universitas Karimun Sosialisasikan Penerapan Biopori di Desa Tanjung Kilang untuk Pertanian Berkelanjutan

- Author

Selasa, 1 Oktober 2024 - 21:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Karimun melaksanakan program sosialisasi dan penerapan biopori di Desa Tanjung Kilang, Kecamatan Durai. Foto: Dokumen

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Karimun melaksanakan program sosialisasi dan penerapan biopori di Desa Tanjung Kilang, Kecamatan Durai. Foto: Dokumen

Karimun, KepriHeadline.id – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Karimun melaksanakan program sosialisasi dan penerapan biopori di Desa Tanjung Kilang, Kecamatan Durai.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan konsep lubang resapan biopori sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan.

Ketua Kelompok KKN Desa Tanjung Kilang Desri Fahruzi menjelaskan, dalam kegiatan sosialisasi penerapan biopori itu, warga diajarkan cara membuat lubang biopori dengan kedalaman dan diameter yang tepat, serta bahan-bahan yang dapat digunakan untuk mengisi lubang tersebut, seperti sampah organik.

“Kami harapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pengelolaan lingkungan yang baik dan mendapatkan manfaat langsung dari praktik pertanian yang ramah lingkungan ini,” kata Desri Fahruzi.

Ia mengatakan, kegiatan sosialisasi ini mendapatkan sambutan yang begitu antusias oleh masyarakat Desa Tanjung Kilang. Dimana, melalui pengenalan konsep biopori ini, diharapkan bisa meningkatkan hasil pertanian warga dan mengurangi masalah genangan air di wilayah tersebut.

“Dengan langkah ini, kelompok KKN Universitas Karimun, Desa tanjung kilang berkomitmen untuk berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Desa Tanjung Kilang,” katanya.

Dengan berakhirnya kegiatan sosialisasi penerapan biopori oleh mahasiswa KKN di Desa Tanjung Kilang, diharapkan masyarakat dapat terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan.

Penerapan teknologi biopori ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan, terutama dalam upaya mengatasi permasalahan air dan menjaga kesuburan tanah.

“Kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian alam demi masa depan yang lebih baik,” katanya.

(*)

Ikuti berita lainnya di GOOGLE NEWS

Follow WhatsApp Channel www.kepriheadline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau
PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi
Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !
Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan
Listrik Karimun Blackout Lagi, Apa Penyebabnya?
Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun
Blackout Berjam-jam di Karimun, Kompensasi 60 Ribu Pelanggan Masih Diproses
Dibutuhkan Warga Pulau, Ambulans Laut Bantuan Pemprov Kepri Malah Setahun Mangkrak di Dermaga Parit

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:52 WIB

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PLN Ungkap Penyebab Sementara Blackout Karimun pada Jumat Pagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Libatkan 58 UMKM, Karimun Weekend Market Vol. 3 Dibuka Hari Ini !

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Seluruh Siswa PAUD hingga SMP di Karimun Dipulangkan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Kualitas Udara Karimun Menurun, Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Masih Kepung Karimun

Berita Terbaru

Kapal SB Satria 18 bersandar di Pelabuhan Rakyat Sri Tanjung Gelam Karimun. FOTO: RR/Kepriheadline.id

KARIMUN

KSOP Sidak Manifest Kapal Penumpang Antar Pulau

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:52 WIB