KARIMUN, KepriHeadline.id – Setelah terhenti selama beberapa tahun, Rohis Expo kembali menyapa pelajar di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Ajang kreativitas pelajar muslim yang digagas Komunitas Peduli Pemuda Muslim Shalih Cendekia (KPPM Shadik) itu digelar di pelataran Masjid Agung Karimun, Sabtu (17/10/2026), dengan melibatkan 15 sekolah dari berbagai wilayah.
Rohis Expo V tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan bakat, menyalurkan kreativitas, serta memperkuat karakter melalui aktivitas positif yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Ketua Umum KPPM Shadik Kabupaten Karimun, Maswan Amin, mengatakan penyelenggaraan Rohis Expo V menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali kegiatan yang sebelumnya rutin dilaksanakan setiap dua tahun sekali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, Rohis Expo terakhir kali digelar pada 2019. Sejumlah kendala membuat agenda tersebut sempat terhenti sebelum akhirnya kembali terlaksana tahun ini.
“Rohis ini kelima kali kita gelar, di mana dua tahun sekali dilaksanakan, tapi sempat terhenti. Terakhir itu pada 2019 dan hari ini baru bisa kita laksanakan kembali,” ujar Maswan di sela kegiatan, Sabtu.
Meski sempat vakum, antusiasme pelajar untuk mengikuti kegiatan tersebut tetap tinggi. Sebanyak 15 sekolah mengirimkan perwakilan untuk berpartisipasi dalam berbagai perlombaan, termasuk sekolah-sekolah dari wilayah pulau di Kabupaten Karimun.
Bagi penyelenggara, tingginya partisipasi tersebut menjadi sinyal positif bahwa pelajar membutuhkan ruang untuk berkreasi, berkompetisi, dan mengembangkan potensi diri di luar kegiatan belajar formal.
Panitia menghadirkan enam cabang perlombaan dalam Rohis Expo V, yakni nasyid, video dokumenter Rohis, majalah dinding (mading) dua dimensi, stan Rohis, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), serta dai atau ceramah agama.
Setiap cabang lomba memberikan kesempatan kepada peserta untuk menunjukkan kemampuan yang berbeda, mulai dari seni dan kreativitas visual, keterampilan menyampaikan gagasan, hingga pemahaman keagamaan.
Melalui kegiatan tersebut, KPPM Shadik ingin mendorong pelajar agar memiliki aktivitas yang produktif sekaligus membangun lingkungan pergaulan yang lebih positif.
Maswan mengatakan, pembinaan melalui kegiatan keagamaan dan kreativitas menjadi salah satu upaya untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif, seperti penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja.
“Tujuannya adalah mewadahi kreativitas, minat, dan bakat anak-anak kita dengan kegiatan positif. Di samping itu, membentengi mereka agar punya kegiatan bermanfaat dan tidak terpengaruh narkoba dan kenakalan remaja lainnya,” katanya.
Semangat peserta terlihat dari persiapan berbagai perlombaan, termasuk penataan stan Rohis. Dengan ruang yang terbatas, setiap sekolah tetap berupaya menampilkan kreativitas dan keunggulan masing-masing.
Maswan mengapresiasi kesungguhan para pelajar yang dinilai tetap antusias meskipun harus menyesuaikan diri dengan fasilitas yang tersedia.
“Antusias anak kita sangat besar, tinggal bagaimana cara kami mengemas kegiatan ini. Contohnya di stan Rohis, anak-anak begitu semangat mempersiapkan semuanya walaupun dengan lapak yang hanya 3 x 3 meter. Tapi mereka tetap semangat,” ujarnya.
Untuk memberikan penghargaan atas kreativitas dan usaha peserta, panitia menyiapkan piala, sertifikat, serta uang pembinaan dengan total nilai mencapai jutaan rupiah bagi para pemenang di setiap cabang perlombaan.
Penyelenggaraan Rohis Expo V diharapkan menjadi awal dari keberlanjutan kegiatan serupa di Karimun. Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, ajang ini diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri, semangat berprestasi, dan karakter positif di kalangan pelajar muslim.
Dengan demikian, kegiatan Rohis tidak hanya menjadi wadah aktivitas keagamaan di sekolah, tetapi juga bagian dari upaya bersama membangun generasi muda yang kreatif, berakhlak, dan mampu menghadapi tantangan pergaulan.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







