KARIMUN, KepriHeadline.id – Pemadaman listrik total atau blackout melanda wilayah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Jumat (9/10/2026) pagi. Pasokan listrik mulai padam pukul 05.35 WIB dan baru kembali normal sepenuhnya sekitar pukul 12.00 WIB.
Manager PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Balai Karimun, Suheri, mengatakan pemadaman tersebut dipicu oleh penurunan frekuensi (under frequency) pada sistem kelistrikan setempat.
“Ketika kondisi ini terjadi, suplai kelistrikan secara otomatis terputus dari mesin pembangkit,” ujar Suheri saat dikonfirmasi, Jumat sore.
Meski demikian, PLN belum dapat memastikan penyebab utama penurunan frekuensi tersebut. Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk mengetahui pemicu gangguan.
“Penyebab terjadinya pengurangan frekuensi ini masih kami koordinasikan dengan PLTU dan PLTD. Jadi, belum dapat dipastikan. Namun, biasanya hal ini terjadi karena lonjakan beban yang signifikan atau cuaca,” kata Suheri.
Daya Mampu Pembangkit 42,6 MW
Suheri menjelaskan, daya mampu gabungan pembangkit listrik di Karimun saat ini mencapai 42,6 megawatt (MW). Sementara itu, beban puncak listrik berada di kisaran 33 MW dan umumnya terjadi pada malam hari.
Menurut dia, kebutuhan listrik masyarakat dapat meningkat ketika cuaca panas. Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh bertambahnya penggunaan listrik serta aktivitas masyarakat.
“Beban puncak berada di angka 33 MW yang biasanya terjadi pada malam hari, tetapi bergantung pada kondisi cuaca. Ketika cuaca panas, beban naik, belum lagi pemakaian listrik dan aktivitas masyarakat yang bertambah,” ujarnya.
Dengan daya mampu pembangkit yang lebih besar dibandingkan beban puncak harian, PLN masih perlu menelusuri faktor yang menyebabkan frekuensi sistem turun hingga memicu pemadaman total.
Penormalan Listrik Dilakukan Bertahap
Terkait proses pemulihan yang berlangsung sekitar enam setengah jam, Suheri menjelaskan bahwa penormalan sistem kelistrikan setelah terjadi blackout tidak dapat dilakukan sekaligus.
Petugas harus memastikan mesin pembangkit dari PLTD dan PLTU kembali sinkron sebelum pasokan listrik disalurkan secara bertahap ke jaringan pelanggan.
Dalam proses tersebut, PLN memprioritaskan kawasan rumah sakit dan fasilitas pelayanan publik sebelum melanjutkan penyaluran listrik ke wilayah lainnya.
“Proses penormalan memakan waktu karena mesin dari PLTD dan PLTU harus disinkronkan, kemudian listrik disalurkan secara bertahap. Prioritas kami adalah kawasan rumah sakit dan pelayanan publik, baru berlanjut ke kawasan lainnya. Dengan begitu, jaringan yang berada di ujung paling akhir mendapat suplai,” jelas Suheri.
PLN ULP Tanjung Balai Karimun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat pemadaman listrik tersebut.
PLN juga memastikan seluruh sistem jaringan kelistrikan di Karimun telah kembali beroperasi secara normal pada Jumat siang.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







