KARIMUN, KepriHeadline.id – Seorang pria yang diduga mencuri getah karet di Desa Sei Asam, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, ditangkap warga pada Sabtu (26/9/2026) dini hari.
Saat hendak diamankan, terduga pelaku sempat melakukan perlawanan menggunakan sebilah gunting dan melukai seorang warga.
Peristiwa tersebut bermula ketika pemilik kebun berinisial K bersama istrinya, F, berangkat dari kediamannya di Jalan Gang Teh menuju kebun karet milik mereka di wilayah RT 006 RW 002, Desa Sei Asam, sekitar pukul 00.30 WIB.
Sekitar satu jam kemudian, K tiba di kebun dan memeriksa kondisi pohon karet. Ia mendapati getah karet yang sebelumnya berada di pohon telah hilang.
“Sesampainya di sana, saya mengecek sekeliling kebun dan melihat karet yang berada di pohon sudah tidak ada,” ujar K saat memberikan keterangan kepada polisi.
Tak lama kemudian, K mendengar suara benda yang diduga wadah penampung getah karet (ojol) dilempar dari arah pondok kebun.
Saat dihampiri, K melihat seorang pria melarikan diri menggunakan sepeda motor sambil membawa satu ember berisi getah karet.
K sempat mengejar pelaku. Namun, pria tersebut berhasil menghilang di area perkebunan sawit.
K kemudian meminta istrinya menjemput ayahnya, R, sekaligus memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar.
Sekitar 30 menit kemudian, R bersama sejumlah warga tiba di lokasi dan melakukan penyisiran.
Dalam kondisi gelap, R melihat seseorang yang mencurigakan bersembunyi di area perkebunan sawit. R kemudian mengejar hingga berhadapan langsung dengan pria tersebut.
Teriakan K yang menunjukkan lokasi keberadaan terduga pelaku membuat warga lain berdatangan. Mereka kemudian mengepung lokasi.
Namun, saat hendak diamankan, terduga pelaku melakukan perlawanan. Ia disebut mencoba menusuk R menggunakan sebilah gunting.
R berhasil menepis serangan tersebut dengan memukul tangan pelaku. Meski demikian, ujung gunting sempat mengenai bagian perut R hingga menyebabkan luka gores.
R kemudian berhasil mengunci gerakan pria tersebut dan mengamankan gunting yang digunakan untuk melawan.
Warga yang berada di lokasi kemudian sempat melakukan tindakan kekerasan terhadap terduga pelaku. Situasi akhirnya dapat ditenangkan setelah tokoh masyarakat datang dan meminta warga menyerahkan proses hukum kepada kepolisian.
Kapolsek Kundur Barat (Kuba) AKP Ridwan Saleh membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu dini hari di Desa Sei Asam. Terduga pelaku saat ini sudah berhasil kami amankan di Mapolsek Kuba bersama barang bukti berupa satu ember getah karet serta sebilah gunting yang digunakan untuk melawan warga,” kata Ridwan saat dikonfirmasi, Sabtu malam.
Menurut Ridwan, R mengalami luka gores ringan pada bagian perut akibat terkena gunting. Korban juga telah mendapatkan perawatan medis.
“Pelaku sempat mengancam dan melukai warga yang mencoba menangkapnya. Saat ini tim penyidik masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku guna mendalami motif serta dugaan keterlibatan dalam aksi pencurian serupa di wilayah Belat,” ujar Ridwan.
Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku untuk mendalami dugaan pencurian tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan dalam kejadian serupa.
Ridwan juga mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
Atas dugaan perbuatannya, pelaku dapat dijerat dengan ketentuan pidana terkait pencurian dan kekerasan sesuai hasil penyidikan serta pasal yang diterapkan penyidik.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







