KARIMUN, KepriHeadline.id – Bupati Karimun Ing Iskandarsyah mendorong pelestarian pantun sebagai salah satu identitas dan warisan budaya Melayu yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Iskandarsyah saat menghadiri kegiatan Sembang Budaya bertajuk “Pantun sebagai Identitas dan Warisan Budaya Melayu” di Gedung Nasional Karimun, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun Muhammad Firmansyah, tokoh-tokoh LAM dari sejumlah daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun, serta sejumlah tamu undangan.
Iskandarsyah mengatakan, Pemerintah Kabupaten Karimun menyambut baik kegiatan yang berkaitan dengan upaya menjaga dan melestarikan adat serta budaya Melayu.
Menurut dia, kebudayaan menjadi salah satu bagian penting dalam visi dan misi pembangunan Kabupaten Karimun.
“Kita tentunya merasa bangga karena kegiatan ini berkaitan dengan visi dan misi Kabupaten Karimun yang menempatkan budaya menjadi salah satu bagian penting,” ujar Iskandarsyah.
Menurut Iskandarsyah, pantun merupakan warisan budaya Melayu yang memiliki nilai penting dan harus terus dikenalkan kepada generasi muda.
Pantun, kata dia, tidak hanya digunakan dalam kegiatan kebudayaan, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Melayu dalam berbagai aktivitas.
“Budaya Melayu berupa pantun ini sangat penting bagi generasi muda. Ini merupakan tradisi yang baik dan perlu kita jaga serta lestarikan,” katanya.
Ia mencontohkan, penggunaan pantun masih ditemukan dalam berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari acara pernikahan, pidato, hingga kegiatan sosial.
Selain memiliki nilai sastra, pantun juga menjadi media untuk menyampaikan pesan dan nasihat dengan cara yang santun.
“Pantun juga merupakan bagian dari identitas dan akhlak untuk menyampaikan pesan-pesan agar orang tidak tersinggung,” ujarnya.
Iskandarsyah menilai, nilai kesantunan dalam pantun menjadi salah satu kekayaan budaya Melayu yang tetap relevan untuk dipertahankan di tengah perkembangan zaman.
Bupati Karimun menegaskan, upaya pelestarian budaya Melayu tidak hanya dilakukan melalui pantun.
Berbagai karya sastra Melayu lainnya, seperti Gurindam 12 dan puisi, juga perlu terus dijaga serta diperkenalkan kepada generasi penerus.
Menurut Iskandarsyah, masyarakat pada masa kesultanan terdahulu memiliki kemampuan literasi yang kuat. Nilai tersebut, kata dia, perlu kembali dihidupkan melalui berbagai kegiatan kebudayaan.
“Seperti halnya Gurindam 12, puisi-puisi dan lain sebagainya. Pemerintah Kabupaten Karimun melihat dari kesultanan terdahulu kemampuan literasi sangat kuat dan ini harus kita hidupkan kembali,” katanya.
Ia berharap kegiatan Sembang Budaya dapat menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, LAM, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian adat serta budaya Melayu di Kabupaten Karimun.
“Mudah-mudahan dengan acara ini kita bisa bersinergi bersama untuk menjaga kelestarian adat dan budaya,” ujarnya.
Pantun sebagai Kebiasaan Masyarakat Melayu
Sementara itu, Ketua LAM Kabupaten Karimun Muhammad Firmansyah mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Sembang Budaya tersebut.
Menurut dia, kegiatan seperti ini penting untuk terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kebiasaan dan tradisi yang telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat Melayu.
Ia mengatakan, pantun telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Melayu, baik sebagai sarana menyampaikan nasihat maupun dalam berbagai kegiatan adat istiadat.
“Pantun sudah merupakan budaya dan kebiasaan yang telah dilakukan masyarakat Melayu, baik dalam sesuatu hal yang berupa nasihat maupun adat istiadat,” kata Muhammad Firmansyah.
Menurutnya, salah satu keistimewaan pantun adalah kemampuannya menyampaikan pesan dengan bahasa yang santun dan tidak menyinggung perasaan orang lain.
Namun, di tengah perkembangan zaman dan keberagaman masyarakat saat ini, budaya pantun juga harus mampu menyesuaikan diri tanpa meninggalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Hal itu disampaikan secara santun dalam bahasa yang baik. Di perkembangan zaman ini tentunya dapat menyesuaikan dengan keberagaman-keberagaman yang ada sekarang,” ujarnya.
Kegiatan Sembang Budaya bertajuk “Pantun sebagai Identitas dan Warisan Budaya Melayu” tersebut ditutup dengan penandatanganan serta penyerahan buku oleh Bupati Karimun Ing Iskandarsyah.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







