KARIMUN, KepriHeadline.id – Listrik di wilayah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, kembali mengalami blackout pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Pemadaman listrik dilaporkan terjadi sekira pukul 04.00 WIB dan menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Karimun kembali gelap.
Namun pasca kejadian itu, sekira pukul 05.30 WIB, listrik di sejumlah wilayah Pulau Karimun mulai berangsur normal.
PLN mengungkapkan, gangguan tersebut terjadi akibat masalah pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit 1 yang saat ini sedang dalam proses perbaikan.
Perbaikan terhadap PLTU Unit 1 diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih tiga hari.
Manager PLN ULP Tanjung Balai Karimun Ahmad Subhan Hadi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak gangguan pasokan listrik tersebut.
Menurutnya, PLN saat ini terus melakukan upaya perbaikan dan penormalan pasokan listrik secara bertahap di sejumlah wilayah.
“Telah terjadi gangguan pada PLTU Unit 1. Saat ini sedang dilakukan perbaikan kurang lebih selama tiga hari,” kata Subhan dalam keterangannya.
Ia menyebutkan, sejumlah wilayah yang terdampak sebelumnya telah kembali mendapatkan pasokan listrik.
Namun, kondisi sistem kelistrikan di Kabupaten Karimun masih belum sepenuhnya stabil.
Pasalnya, dua unit PLTU saat ini lepas dari sistem kelistrikan. Kondisi tersebut membuat ketersediaan daya listrik berkurang.
Akibatnya, PLN berpotensi menerapkan manajemen beban, terutama pada saat penggunaan listrik masyarakat mencapai beban puncak.
Dalam kondisi tertentu, kebijakan tersebut dapat menyebabkan pemadaman listrik secara bergilir di sejumlah wilayah.
PLN meminta masyarakat untuk dapat memahami kondisi yang terjadi selama proses perbaikan pembangkit berlangsung.
Pihak PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat kembali terganggunya pasokan listrik di Kabupaten Karimun.
PLN memastikan perbaikan terhadap PLTU Unit 1 terus dilakukan agar pembangkit dapat segera kembali beroperasi dan sistem kelistrikan di Kabupaten Karimun kembali stabil.
Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pengaturan beban listrik pada jam-jam tertentu hingga proses perbaikan selesai dilakukan.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







