KARIMUN, KepriHeadline.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karimun mulai membangun gedung kantor baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan data kepada pemerintah daerah dan masyarakat.
Pembangunan gedung tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dengan nilai anggaran mencapai Rp2.547.986.800.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Sekretaris Utama BPS RI Zulkifli bersama Bupati Karimun Iskandarsyah di Kabupaten Karimun, Sabtu (8/8/2026).
Sekretaris Utama BPS RI Zulkifli mengatakan, revitalisasi gedung BPS Karimun diperlukan karena bangunan yang saat ini digunakan telah berusia sekitar 20 tahun.
“Kantor BPS di Karimun ini memang sudah berusia 20 tahun. Pembangunan ini nantinya diharapkan membuat pelayanan data yang dilakukan BPS Karimun, terutama kepada Pemda dan seluruh jajaran, menjadi lebih baik,” ujar Zulkifli.
Dukung Karimun sebagai penyangga Ekonomi Batam
Menurut Zulkifli, pembangunan gedung baru tidak hanya berkaitan dengan pembaruan fasilitas, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kapasitas BPS dalam menyediakan data yang dibutuhkan untuk pembangunan daerah.
Hal itu dinilai semakin penting seiring dengan prospek Karimun sebagai salah satu wilayah penyangga atau kawasan ekonomi yang berdampingan dengan Batam.
“Kita tahu Karimun akan menjadi wilayah baru yang menjadi wilayah ekonomi sandingan dari Batam. Maka di sini harus kita perkuat, supaya apa yang menjadi kebutuhan data bisa dilayani secara maksimal,” katanya.
Zulkifli berharap fasilitas yang lebih memadai dapat membuat BPS Karimun semakin optimal dalam menjalankan fungsi penyediaan data statistik bagi pemerintah maupun masyarakat.
Bupati: Data akurat jadi dasar kebijakan
Bupati Karimun Iskandarsyah menyambut baik pembangunan gedung baru BPS tersebut. Ia menilai keberadaan data yang akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan sangat penting bagi pemerintah dalam mengambil keputusan.
“Tentu bagi kami sangat penting sekali untuk membuat sebuah keputusan, kita memerlukan data yang akurat, data yang memang fakta di lapangan,” ujar Iskandarsyah.
Menurut dia, data statistik menjadi salah satu fondasi dalam menyusun kebijakan dan menentukan arah pembangunan Kabupaten Karimun.
Revitalisasi gedung BPS juga diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Karimun dan BPS, terutama dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Iskandarsyah menyebut Karimun memiliki posisi strategis karena telah berstatus sebagai kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) sejak 2007.
“Revitalisasi bangunan ini menjadi bagian dari kolaborasi ke depan. BPS akan mendukung Karimun, dan kami juga ingin punya peran dalam memperkuat posisi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







