KARIMUN, KepriHeadline.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Pendidikan kembali menyalurkan bantuan transportasi laut bagi pelajar yang tinggal di wilayah hinterland Kabupaten Karimun.
Bantuan tersebut diberikan kepada siswa SMAN 1 Moro yang setiap hari harus menyeberangi laut menggunakan kapal pompong untuk berangkat ke sekolah.
Kepala SMAN 1 Moro, Heri Setiono, mengatakan bantuan transportasi laut tahun ini tetap dilanjutkan, namun dengan mekanisme pencairan yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika sebelumnya bantuan disalurkan setiap semester, kini pencairan dilakukan setiap tiga bulan sekali. Untuk periode Januari hingga Maret 2026, total anggaran yang disalurkan mencapai Rp30 juta.
“Bantuan yang kami serahkan kemarin merupakan alokasi untuk bulan Januari, Februari, dan Maret 2026,” kata Heri saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026).
Ia menjelaskan, besaran bantuan yang diterima masing-masing siswa tidak sama. Nilainya dihitung berdasarkan tarif kapal, jarak tempuh dari pulau asal menuju sekolah, serta jumlah hari efektif kegiatan belajar mengajar.
Sebagai contoh, siswa yang berasal dari Desa Jang dikenakan ongkos kapal pompong sebesar Rp3.000 untuk sekali perjalanan atau Rp6.000 untuk perjalanan pulang pergi setiap harinya.
Menurut Heri, perhitungan bantuan hanya mengakomodasi hari efektif sekolah. Hari libur, tanggal merah, maupun ketidakhadiran siswa tidak masuk dalam komponen perhitungan.
“Bantuan ini tidak memperhitungkan hari ketika anak tidak hadir ke sekolah, termasuk hari libur maupun tanggal merah,” ujarnya.
Secara rata-rata, setiap siswa menerima bantuan transportasi sekitar Rp200.000 untuk periode tiga bulan.
Program bantuan ongkos transportasi laut bagi pelajar di wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar ini telah dijalankan Pemprov Kepri secara berkelanjutan sejak 2024.
Keberadaan program tersebut dinilai mampu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memastikan anak-anak di daerah kepulauan tetap memperoleh akses pendidikan tanpa terkendala biaya transportasi.
“Program ini sangat membantu siswa, terutama mereka yang setiap hari harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar pompong agar bisa bersekolah. Dengan adanya bantuan ini, beban mereka menjadi jauh lebih ringan,” tutup Heri.
(*)
Penulis : Ricky Robian Syah
Editor : Ricky Robian Syah







